Lebih lanjut, Jenderal Maruli menjelaskan bahwa TNI AD telah menginisiasi berbagai program, termasuk pemasangan pipanisasi dan penggunaan pompa hidram untuk mendukung sistem irigasi.
“Saat ini, kami telah berhasil mengairi sekitar 50 ribu hektare lahan melalui teknologi pompa hidram dan pipanisasi,” tambahnya.
Selain itu, program pengelolaan lahan tidur ini juga akan melibatkan kerja sama dengan PTPN dan masyarakat setempat. Beberapa daerah yang telah menjadi pilot project antara lain Cibenda, Ciemas, Purwakarta, Cianjur, dan Baturaja. Di beberapa lokasi lain, TNI AD juga menggandeng Pupuk Indonesia untuk membuka kebun produktif.
Dalam Rapim ini, Presiden Prabowo Subianto turut memberikan arahan khusus mengenai pengelolaan hasil pertanian.
Presiden menekankan pentingnya sistem distribusi yang memastikan hasil panen dapat diserap oleh Bulog dengan harga yang menguntungkan bagi petani maupun pengusaha.
Dengan adanya kebijakan strategis ini, TNI AD diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah. (*)











