Sabang, (AD) – Akibat tidak ada anggaran operasional dari Pemerintah, Kantor Kemukiman Kota Sabang, yang terletak di Jalan T. Cut Ali, Jurong Kebun Merica, Gampong Kuta Barat, Kota Sabang, tak terukur bahkan menjadi tempat berteduh sapi masyarakat.
Masyarakat Kota Sabang mempertanyakan kenapa gedung yang dibangun dengan uang rakyat tersebut seperti terbengkalai dan tidak ada yang bertanggung jawab sehingga, kini kerap dijadikan tempati berteduh sapi warga.
Padahal kedudukan kantor yang mengurus kepentingan adat rakyat desa itu, bersebelahan dengan kantor-kantor lainnya namun, sayang sampai tidak terurus daan begitu kotor.
“Kita kebanyakan kantor yang dibangun sehingga, tidak sanggup mengurusnya dan sampai-sampai jadi tempat peliharaan ternak warga,” kata salah seorang masyarakat Kota Sabang, yang namanya enggan dipublis, kepada media ini Rabu (08/06/2022) di Sabang.
Sementara itu, Mukim Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang Kamarullah dikonfirmasi media ini ia mengatakan, kantor Kemukiman Sabang tersebut bukan tidak dirawat atau dioperasionalkan akan tetapi anggaran yang tidak ada sama sekali kucurkan Pemerintah.
“Kami pada tahun 2022 ini tidak ada anggaran sama sekali sehingga, jangankan untuk membersihkan kantor untuk operasional kebutuhan kantor sendiri tidak ada,” kata Kamarullah.
Iya menjelaskan, selama ini pihaknya telah mengajukan anggaran untuk kebutuhan operasional tahun 2022, baik profosal maupun melalui Musrenbang di Kecamatan namun, hingga saat ini tidak ada yang dikabulkan.
Selama ini kami melakukan kerja bakti untuk bergotong royong membersihkan kantor, tetapi yang namanya kantor jarang ditempati tentunya cepat kotor kembali. Dan alasan kami masuk ke kantor Kemukiman tersebut dikarenakan atap bocor dimana-mana.
“Selama ini kalau ada uang pribadi kami lakukan kegiatan pekerjaan seperti merental komputer, karena di kantor tidak ada sarang kerja apapun. Kemudian ATK juga tidak maka, kami selain dikarenakan kantor bocor dan sarana pun tidak jadi tidak bisa bekerja,” jelasnya.
Diharapkan kepada Pemerintah Kota Sabang, kiranya dapat mempersiapkan dalam hal anggaran kebutuhan operasional kantor Kemukiman Sabang itu. Sebab, kami juga kewalahan saat melakukan kegiatan dengan kondisi kantor seperti itu yang dibebankan tidak ada anggaran.
“Harapan kami kepada Pemerintah Kota Sabang adalah tolong diperhatikan kantor Kemukiman Sabang ini, karena kondisinya sangat memprihatinkan. Begitu juga Camat Sukakarya mohon dicari solusinya bukan hanya diam ketika kami ajukan permintaan anggaran,” harapnya.[]
Laporan: Jalaluddin Zky












