Sempat Mangkrak, Akmal Ibrahim Resmikan Masjid Agung Abdya

oleh -1662 Dilihat
Ribuan masyarakat Abdya tumah ruah pada prosesi peresmian Masjid Agung Abdya

Abdya (AD) Masjid Agung Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang berlokasi di Gampong Seunaloh, Kecamatan Blangpidie tersebut telah resmi digunakan, menyusul telah dilaksanakannya peresmian masjid termegah itu oleh Bupati setempat. Selasa, 11 Februari 2020.

Peresmian masjid yang sempat mangkrak saat peralihan kepemimpinan dari periode pertama Akmal Ibrahim ke Jufri Hasanuddin itu dilaksanakan sekaligus dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri oleh ribuan masyarakat dari seluruh Abdya dengan menyembelih puluhan ekor kerbau.

Dalam peresmian tersebut, Akmal Ibrahim menyebutkan,  tidak ada larangan bagi siapapun yang melaksanakan ibadah dalam masjid ini. Bahkan, dirinya mengingatkan masjid itu tidak boleh dikunci serta selalu bersih.

“Ini rumah Allah dan kita pelayan, saya tegaskan kalau mesjid ini bukan milik Akmal Ibrahim, tetapi milik Allah,” kata Bupati Akmal Ibrahim.

Selain itu, Akmal Ibrahim yang terlihat begitu bahagia itu mengucapkan rasa syukur dikarenakan masjid yang dilahirkan dari bauh pemikirannya itu akhirnya dapat diresmikan.

Seperti diberikan sebelumnya, masjid Agung Abdya itu sempat terhenti pembangunannya saat Akmal Ibrahim tidak lagi menjabat sebagai Bupati Abdya pada periode 2007–2012. Meskipun saat itu, pada tahun 2015-2016, anggota DPRK setempat telah menganggarkan anggaran sebesar Rp 10 miliar untuk kelanjutan pembangunan masjid Agung tersebut.

Tetapi, hingga akhir tahun anggaran, masjid kebanggan masyarakat Abdya itu tidak kunjung dilanjutkan pembangunannya. Sehingga, anggaran  miliyar tersebut Silpa.

Masjid Agung tersebut dimulai pembangunannya ketika Akmal Ibrahim menjabat sebagai Bupati Abdya masa jabatan 2007-2012, dengan anggaran tahap pertama sumber dana migas Rp 2,7 miliar.

Kemudian tahap kedua sumber dana Otsus 2011 senilai Rp 4 miliar, sehingga jumlah dana pembangunan fisik yang sudah terserap Rp 6,7 miliar. Namun pembangunan masjid berupa pondasi dan tiang itu sempat terbengkalai, akibat Akmal Ibrahim tidak terpilih sebagai Bupati periode selanjutnya.

Pada periode 2017-2022, Akmal Ibrahim bersama Muslizar MT terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Abdya, sehingga masjid Agung yang masuk kedalam salah satu janji mereka saat kampanye kembali dilanjutkan.

Untuk melanjutkan pembangunan Masjid Agung ini, Akmal Ibrahim pada 2018, Akmal mengusulkan anggaran Rp 25 miliar untuk kelanjutan pembanguan masjid dan 2019 sebesar Rp 28 miliar sebagai dana untuk penyelesaian fisik bangunan,  dan tempat wudhu. Sehingga, total anggaran untuk menyelesaikan pembangunan masjid Agung tersebut mencapaia Rp 5 miliyar lebih.

Dalam peresmian sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhamamd SAW itu hadir Ulama Nasional asal Jakarta Ustad KH Bachtiar Nasir, Kapolres AKBP Moch Basori,Sik, Dandim Letkol Ridha Has, Kajari Nilawati,SH, pimpinan DPRK dan anggota dewan, Ketua MPU Tgk Muhammad Dahlan, dan anggota Forkopimda lainnya serta puluhan ribu undangan(TM).