Kepolisian memastikan proses investigasi akan dilakukan secara profesional dan transparan dengan melibatkan pihak-pihak yang berkompeten di bidang keselamatan pelayaran.
“Hingga saat ini, penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan analisis terhadap temuan di lapangan. Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti dugaan ledakan yang terjadi di KMP Aceh Hebat 2 tersebut,” tutur Kasat.
Diketahui, KMP Aceh Hebat 2 tiba di Pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue dari Balohan Sabang sekitar pukul 10.00 WIB. Tidak lama setelah kapal bersandar, terjadi dugaan ledakan di kamar mesin kapal yang memicu kepanikan di area pelabuhan.
Saat itu, para taruna praktik dari Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh Besar melaksanakan kegiatan praktik lapangan di atas Kapal Aceh Hebat 2.
Setelah memasuki kapal, para taruna diarahkan menuju kamar mesin untuk mengikuti kegiatan pengenalan peralatan yang dipandu oleh Kepala Kamar Mesin (KKM) Agus Widodo.
Pada saat pengenalan alat berupa Electro Motor Hydraulic pintu sekat kedap kamar mesin, terjadi yang diduga ledakan itu disaat alat tersebut dioperasikan oleh KKM.
Selanjutnya seluruh korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis.
Adapun identitas para korban diantaranya, Agus Widodo (47) selaku KKM KMP Aceh Hebat 2, Adit Mursandi, (21), Billy Subana Sitepu, (20), Muhammad Aydil Farizshi, (21) Muhammad Dio Febrianto, (18) Muhammad Zulfikar, (20), Mujibur Rahman, (23) Ridho Ramadhani Saputra, (21), Samuel Alvaro Aruan, (20), Soufi Ramadhan, (20) Fakhri Herdieco, (19), Faris Aflandi Pratama, (19), Iqbal Diansyah, (21) Muhammad Bilal Ramzi, (20) dan Reyhan Gunawan, (19). (*)











