Semetara itu, Khairizal, Keuchik Gampong Kajhu, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika pelaku masuk ke salah satu rumah warga pada dini hari. Namun aksinya diketahui pemilik rumah yang kemudian berteriak meminta pertolongan.
“Pemilik rumah meneriaki maling, maling, maling. Setelah itu pelaku melarikan diri dan dikejar oleh para pemuda serta masyarakat kampung,” kata Khairizal.
Menurutnya, situasi berubah menjadi berbahaya ketika pelaku mengeluarkan sebilah pisau dan berusaha menyerang siapa saja yang mencoba menghadangnya.
“Pada saat dihadang, dia mencoba menusuk warga yang ada. Siapa saja yang menghadang akan ditusuk dengan pisau yang dibawanya,” ujarnya.
Khairizal mengatakan warga yang mengejar pelaku tidak membawa senjata tajam. Mereka hanya menggunakan kayu untuk melindungi diri dari serangan pelaku yang terus mengayunkan pisau.
Ia menyebut beberapa warga nyaris menjadi korban tusukan saat berusaha menghentikan pelaku. Menurut Khairizal, warga berulang kali meminta pelaku menjatuhkan pisau yang dibawanya. Namun peringatan tersebut tidak dihiraukan.
“Sudah berkali-kali diteriakkan supaya menjatuhkan pisau karena berbahaya. Tapi tidak didengarnya. Dia tetap menyerang warga,” katanya.
Menghindari jatuhnya korban, terjadi perlawanan dari warga yang menyebabkan salah satu tangan pelaku putus.
“Karena dia terus menggunakan pisau dan menyerang warga, akhirnya tidak ada cara lain untuk melumpuhkannya. Kalau tidak, bisa saja masyarakat yang terkena tusukan,” ujar Khairizal.
Setelah berhasil dilumpuhkan, pelaku tidak menjadi sasaran amuk massa. Khairizal menegaskan bahwa warga segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian. (*)











