Dinkes Aceh terus mengupayakan peningkatan jumlah anak yang diimunisasi, seperti melalui Posyandu dan kunjungan rumah. Namun masih banyak terjadi penolakan.
“Bahkan ada yang melempar mobil Puskesmas sebagai bentuk penolakan masyarakat,” ungkap Munawar sambil berharap adanya dukungan dari berbagai kalangan seperti tokoh-tokoh masyarakat, ulama, dan media.
Munawar juga menginformasikan tentang program unggulan lainnya Presiden Prabowo yaitu makan bergizi gratis (MBG) untuk peserta didik dari PUAD sampai SMA. Program ini ditangani langsung Badan Gizi Nasional (BGN) dan hasilnya terus dievaluasi secara bulanan termasuk evaluasi di Posyandu.
“Mengenai MBG, Dinas Kesehatan tidak terlibat langsung namun tetap diikutkan dalam setiap rapat yang terkait dengan program tersebut,” ujar Munawar.
Kasus HIV
Menurut Munawar, salah satu yang jadi kegawatdaruratan di Aceh saat ini adalah kasus HIV. Ini tidak lepas dari makin banyak pendatang dari luar Aceh yang kita tidak tahu keadaannya karena kita tak bisa melakukan skrining karena menyangkut juga dengan hak asasi manusia.
“Salah satu potensi HIV yang paling besar adalah hubungan sejenis laki-laki (gay). Banyak juga kasus terjadi karena suami banyak jajan di luar sehingga menularkan kepada istri bahkan bisa menurun kepada anak,” kata Kadis Kesehatan Aceh.
Siap Berkolaborasi
Menyikapi masih banyaknya kendala dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Munawar merasa perlu keterlibatan berbagai pihak, terutama media untuk mengedukasi dan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
“Media sosial sering melemparkan isu tidak benar, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Di sinilah peran rekan-rekan wartawan di jaringan PWI Aceh sangat diharapkan. Kami siap berkolaborasi untuk suksesnya berbagai program bidang kesehatan,” demikian dr. Munawar. (*)












