Pulau Kayu Kembangkan Kearifan Budaya Lokal

oleh -584 Dilihat
Keuchik Pulau Kayu, Mukhlis Sastria diabdaikan bersama grup Bijeh Sinar Abdya

Abdya (AD) Kearifan budaya lokal di kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, kini terus mendapatkan perhatian, salah satunya kesenian Rapa-I Geleng yang akan dijadikan modal dasar untuk membangun sektor pariwisata.

Untuk itulah, pemerintah Gampong Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, kabupaten setempat mulai konsisten melakukan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan budaya kesenian Rapa-i Geleng tersebut.

Keuchik Gampong Pulau Kayu, Mukhlis Sastria mengatakan, aktivitas melestarikan, pemeliharaan dan berbagai aktivitas kesenian dan kebudayaan lainnya yang sedang terus digiatkan tersebut merupakan upaya besar agar budaya lokal bisa menjadi daya tarik utama sektor pariwisata.

“Budaya jangan diartikan sangat sempit, seperti manuskrip atau tradisi lisan semata. Etos kerja, dan karakter masyarakat pun juga menjadi bagian dari budaya, salah satunya kesenian Rapai-i Geleng ini,” kata Mukhlis.

Agar cita-cita tersebut dapat tercapai, lanjut Mukhlis, maka perlu diciptakan kesadaran dan rasa saling pengertian dalam berbudaya. “Keanekaragaman budaya yang ada saat ini dapat terus hidup di masyarakat tanpa khawatir adanya pengaruh globalisasi, itu salah satu tekat kita,” tegasnya.

Menurunya, Rapa-i Geleng, merupakan budaya yang dapat menyesuaikan diri di era globalisasi. Makanya, identitas kearifan lokal tetap terjaga. “Selain Rapa-i kita juga akan kembangkan sejumlah kesenian budaya lainnya,” kata Mukhlis.

Diketahui, beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten Abdya mengembangkan kembali budaya lokal Rapa-i Geleng dengan menggelar Rapa-i Geleng massal dengan peserta 2.019 orang penari dari seluruh gampong dalam kabupaten setempat. Kegiatan itupun mendapat respon yang cuku positif dari masyarakat.(TM).