KUALASIMPANG (AD) – Temuan dan telaah Komisi I, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, Aceh. Terhadap kinerja Jaringan Gas (Jargas) banyak memakan korban, masuk dalam galian pengerukan jaringan pipa gas yang sedang dikerjakan PT Adhi Karya.
Seperti korban Arya Satya 10 tahun, masuk dalam galian Jargas, anak dari Darman 40 tahun, warga Kampung Kota Lintang, kecamatan Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang, Aceh. Patah tangan sudah tiga bulan (belum sembuh) hanya disantuni Rp.500 ribu rupiah oleh pihak PT Adhi Karya dan konsultan PT Amythas.
Darman mengisahkan kejadian tersebut kepada Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, SH. Yang didampingi oleh Ketua Komisi I, M Irwan, SP dan Wakil Ketua Komisi I, Maulida Zikri. Saat berkunjung ke rumah duka, Jumat 18 September 2020.
Mendengar keluhan pihak korban, Ketua Komisi I DPRK Aceh Tamiang M Irwan menegaskan bahwa, bantuan tersebut sangat tidak manusiawi, mengingat perusahaan pembangunan Jargas merupakan perusahaan multinasional nasional.
Apalagi jika ditelaah, ada kesan perusahaan tersebut tutup mata, terhadap korban Arya Satya, siswa kelas V sekolah dasar Kota Lintang, Kota Kualasimpang. Aceh Tamiang.
Satya menjadi korban masuk dalam galian jaringan gas yang berada dalam kawasan kampungnya terjadi pada tanggal 8 Juli 2020 lalu sekira pukul 18.00 WIB.
“Dilihat dari hasil foto Elbow Joit yang dikeluarkan oleh Instalasi Radiologi RSUD Aceh Tamiang pada tanggal 13 Juli 2020 lalu, hasilnya sangat jelas patah. Jadi tangan patah, jadi santunan yang diberikan itu tidak manusiawi,” kesal Irwan yang diamini Wakil Ketua Komisi Maulida Zikri. Pada atjehdaily.id.
Menurut Politisi Muda Partai Gerindra; menyesalkan apa yang dilakukan oleh pihak PT. Adhi Karya sebagai pelaksanaan tidak menerapkan sistem perlindungan terhadap masyarakat yang berada dalam kawasan pembangunan.
“Mereka harus memberikan perlindungan masyarakat, ada tanggungjawab ansuransinya bukan hanya santunan” ungkap M. Irwan yang akrab disapa Wantanindo.
Sementara itu Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, SH pada kesempatan menyampaikan bahwa korban yang masuk dalam galian jaringan gas tersebut sudah banyak.










