“Verifikasi dan validasi dilakukan agar tidak ada warga terdampak yang terlewat. Kami ingin data penerima benar-benar akurat sehingga bantuan stimulan rumah dapat disalurkan secara tepat sasaran.”
[Iman Suheri, SSTP, MSP. Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang]
- Sebanyak 15.640 kepala keluarga calon penerima bantuan stimulan rumah kembali diverifikasi melalui pemerintah kampung untuk memastikan tidak ada warga terdampak yang terlewat dalam pendataan.
Di balik proses panjang pemulihan pascabencana hidrometeorologi siklon tropis, akurasi data menjadi kunci utama agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mempercepat penyelesaian By Name By Address (BNBA) Tahap III sebagai fondasi penyaluran bantuan stimulan rumah.
Pendataan kali ini tidak hanya mengandalkan aparatur pemerintah, tetapi juga menempatkan Datok Penghulu beserta perangkat kampung sebagai garda terdepan dalam memastikan setiap warga terdampak tercatat secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Finalisasi BNBA Tahap III Dikebut
PEMERINTAH Kabupaten Aceh Tamiang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mempercepat proses finalisasi By Name By Address (BNBA) Tahap III sebagai dasar penyaluran bantuan stimulan rumah bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi siklon tropis.
Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Verifikasi dan Validasi (Vervali) Calon BNBA Tahap III yang berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu, 5 Agustus 2026 lalu.
Kegiatan itu diikuti para camat, kompilator kecamatan, serta melibatkan pemerintah kampung sebagai ujung tombak proses pendataan di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Iman Suheri, mengatakan pemerintah kembali mempercayakan Datok Penghulu beserta perangkat kampung untuk menjalankan tugas sebagai enumerator dalam pendataan bantuan stimulan rumah pada SK 6.
Menurutnya, pemerintah kampung selama ini telah menunjukkan peran penting sejak pendataan penerima bantuan pada SK 1 hingga SK 5.
“Kami mengapresiasi Datok Penghulu beserta perangkat kampung yang selama ini telah berperan aktif dalam proses pendataan bantuan stimulan rumah, mulai dari SK 1 hingga SK 5. Kepercayaan ini kembali kami berikan karena mereka memahami kondisi masyarakat di wilayahnya masing-masing,” ujar Iman Suheri.
Ia menilai keterlibatan aparatur kampung menjadi faktor penting dalam menghasilkan data yang valid karena mereka mengetahui secara langsung kondisi sosial masyarakat serta dampak bencana yang dialami warga.











