“Saat berdakwah, tolong selipkan edukasi tentang cara bermedia sosial yang baik, santun, dan bertanggung jawab dengan tetap berlandaskan nilai-nilai agama.”
[Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H. Bupati Aceh Tamiang]
- Bupati Armia Pahmi Dorong Kader Ulama Jadi Penuntun Etika Bermedia Sosial dan Penguat Mental Pascabencana
DI TENGAH derasnya arus informasi digital, tantangan dakwah tidak lagi hanya berada di mimbar masjid. Ruang-ruang media sosial kini menjadi arena baru yang turut membentuk cara berpikir, bersikap, hingga berinteraksi masyarakat.
Melihat perubahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mendorong lahirnya ulama muda yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu menjadi pembimbing etika di dunia digital sekaligus penguat spiritual masyarakat yang tengah bangkit dari dampak bencana.
Bupati Ajak Kader Ulama Perluas Dakwah ke Ruang Digital
BUPATI ACEH TAMIANG, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., mengajak para calon ulama muda untuk memperluas jangkauan dakwah hingga ke ruang digital.
Menurutnya, media sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai Islam yang menyejukkan, sekaligus membangun budaya komunikasi yang santun di tengah masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan XIII di Aula Ma’had Aly, Kampung Landuh, Kecamatan Rantau, Selasa, 14 Juli 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Armia menegaskan bahwa 30 peserta PKU memikul tanggung jawab besar sebagai calon pemimpin umat.
Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai keislaman ke tengah masyarakat, termasuk melalui media sosial.
“Saya berpesan kepada 30 calon ulama muda yang nantinya akan turun ke lapangan. Saat berdakwah, tolong selipkan edukasi tentang cara bermedia sosial yang baik, santun, dan bertanggung jawab dengan tetap berlandaskan nilai-nilai agama,” ujar Armia.
Menurutnya, masyarakat Aceh Tamiang sejak dahulu dikenal memiliki budaya yang menjunjung tinggi adab dan kesopanan.
Nilai-nilai tersebut, kata dia, harus terus dipertahankan, termasuk dalam berinteraksi di dunia digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.











