Mantan Pejuang GAM Dapat Baret dan Penghargaan Pada HUT Brimob

oleh -518 Dilihat
Wali Kota Sabang Nazaruddin, S.I.Kom foto bersama usai menerima penghargaan dan baret pada HUT ke 76 Kopr Brimob di Mapolda Aceh.

Sabang (AD) Wali Kota Sabang, Nazaruddin S.I.Kom mantan pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM), menerima penghargaan sebagai warga kehormatan Korps Brimob Aceh yang ditandai dengan pemberian baret dan plakat secara langsung oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs. Ahmad Haydar SH. MM di Mapolda Aceh, Senin (15/11/2021).

Penganugerahan gelar warga kehormatan ini dalam rangka memperingati HUT Korps Brimob yang ke-76. Gelar Warga Kehormatan ini diberikan kepada Wali Kota Sabang atas dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap bangsa dan negara.

“Alhamdulillah, dinobatkan menjadi warga kehormatan oleh Kapolda Aceh pada peringatan HUT Brimob yang ke-76. Semoga Korps Brimob semakin terlatih, tangguh, dan responsif dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Wali Kota Sabang, Nazaruddin S.I.Kom yang akrab di sapa Tgk. Agam.

Menurut Tgk. Agam, menjadi warga kehormatan berarti membawa amanah dan tanggung jawab untuk terus memberikan dharma bakti kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Ini merupakan amanah dan tanggung jawab untuk bisa meningkatkan jiwa nasionalisme kepada masyarakat. Semoga dengan penghargaan ini kita semua dapat terus memberikan sumbangsih terhadap bangsa dan negara,” harapnya.

Selain Wali Kota Sabang Nazaruddin S.I.Kom, penghargaan ini juga diberikan kepada Bupati Aceh Besar, Ir. H. Mawardi Ali.

Dikutip dari Kompos.com, Tanggal 14 November menjadi hari spesial bagi Korps Brigade Mobile (Brimob) Polri. Pada tanggal tersebut, korps khusus Polri yang menangani kejahatan berintensitas dan berkadar tinggi dilahirkan, tepatnya pada 1946 atau 76 tahun lalu.

Namun jauh sebelum menyandang nama Brimob, satuan itu mempunyai andil besar dalam mempertahan kemerdekaan maupun melawan pemberontak di masa-masa awal berdirinya Republik Indonesia.

Cikal bakal Brimob adalah sebuh organisasi polisi bentukan Jepang. Namanya Tokubetsu Kaisatsu Tai atau Polisi Khusus. Satuan itu kemudian berubah nama menjadi Polisi Istimewa, Mobrig (Mobil Brigade), dan lalu jadi Brimob (Brigade Mobil).

Tokubetsu Keisatsu Tai

Masa pendudukan Jepang di Indonesia menjadi proses awal cikap bakal pembentukan Brimob. Jepang pada April 1944 membentuk sebuah organisasi dan barisan militer bernama Tokubetsu Kaisatsu Tai di Indonesia.

Pembentukan Tokubetsu Kaisatsu Tai sebagai bagian dari strategi perang Asia Timur Raya Jepang. Tokubetsu Kaisatsu Tai menjadi tenaga cadangan yang dapat digerakkan dengan cepat dan memiliki mobilitas tinggi.

Tokubetsu Keisatsu Tai memiliki anggota para polisi muda yang didirikan di setiap karisedanan di seluruh Jawa, Madura, dan Sumatera. Tokubetsu Keisatsu Tai mempunyai persenjataan yang lebih lengkap dari pada polisi biasa.

Para calon anggotanya pun diasramakan dan memperoleh pendidikan serta latihan kemiliteran dari tentara Jepang.

Disebutkan pula bahwa anggota Tokubetsu Keisatsu Tai adalah pasukan polisi yang terlatih, memiliki disiplin tinggi dan terorganisasi dangan rapi.

Ketika Jepang menyerah kepada sekutu dan kemudian Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, saat itu pula masa penggemblengan Tokubetsu Keisatsu Tai berakhir.

Bersama-sama dengan rakyat dan berbagai kesatuan lainnya, anggota Tokubetsu Keisatsu Tai lalu bahu-membahu mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejak Jepang menyerah kepada sekutu, seluruh satuan semi militer dan militer di Indonesia dibubarkan. Satu-satunya kesatuan yang masih boleh memegang senjata adalah Tokubetsu Keisatsu Tai.

Hal ini lantas membuat anggota-anggota Tokubetsu Keisatsu Tai menjadi pioneer dalam perebutan senjata mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Satuan ini juga yang mensponsori pembukaan gudang-gudang senjata secara paksa. Selanjutnya, senjata-senjata itu dibagi-bagikan kepada mantan anggota semi militer dan militer serta para pejuang lainnya.

Polisi khusus

Setelah kemerdekaan Indonesia, Tokubetsu Keisatsu Tai kemudian berubah nama menjadi Polisi Istimewa.

Pada 21 Agustus 1945, saat apel pagi yang diikuti semua anggota Polisi Istimewa dan pegawai lainnya di Markas Kesatuan Polisi Istimewa, Inspektur Polisi Tingkat I Mohammad Jasin, membacakan teks Proklamasi Polisi Istimewa yang berbunyi, “Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945, dengan ini menjatakan Poelisi sebagai Poelisi Repoeblik Indonesia“.

Laporan : Jalaluddin Zky