Air untuk Sawah, Harapan Masa Depan

oleh -950 Dilihat

“Dengan dibangunnya kembali Irigasi Lawe Harum, kami berharap pasokan air untuk persawahan dan kolam ikan masyarakat dapat terpenuhi.”

[Nurlela (48), Petani Desa Tading Niulihi].

  • Irigasi Lawe Harum Jadi Tumpuan Ribuan Petani dan Pembudidaya Ikan di Aceh Tenggara

DI TENGAH hamparan sawah yang membentang di Kecamatan Deleng Pokhkisen dan Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, air menjadi penentu hidup dan mati sektor pertanian. 

Ketika musim kemarau datang, saluran irigasi yang rusak membuat ribuan petani menghadapi ancaman gagal panen.

 Bahkan, sebagian pembudidaya ikan air tawar terpaksa mengubah kolam mereka menjadi lahan persawahan akibat minimnya pasokan air.

Kini, harapan itu perlahan kembali tumbuh. Pembangunan dan rehabilitasi Irigasi Lawe Harum yang sedang berlangsung diharapkan mampu mengakhiri persoalan kekurangan air yang selama bertahun-tahun membayangi masyarakat di dua kecamatan tersebut.

Urat Nadi Pertanian Dua Kecamatan

SALURAN Irigasi Lawe Harum di Desa Lawe Harum, Kecamatan Deleng Pokhkisen, selama ini menjadi urat nadi pertanian masyarakat.

Saluran tersebut mengairi areal persawahan dan kolam ikan air tawar di Kecamatan Deleng Pokhkisen dan Kecamatan Lawe Bulan.

Total luas lahan sawah yang bergantung pada irigasi tersebut mencapai sekitar 1.050 hektare.

Selain mendukung produksi padi, keberadaan saluran air ini juga sangat penting bagi sektor perikanan air tawar yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat setempat.

Kabupaten Aceh Tenggara selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil ikan air tawar di Aceh.

Namun, keterbatasan pasokan air dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan banyak kolam ikan tidak lagi produktif. Sebagian petani bahkan terpaksa mengalihfungsikan kolam menjadi sawah.

Akibatnya, produksi ikan air tawar di daerah tersebut mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Harapan Petani

NURLELA (48), warga Desa Tading Niulihi, mengatakan kondisi irigasi yang rusak selama ini membuat petani hanya mampu menanam padi sekali dalam setahun.

Menurutnya, ketika musim kemarau tiba, sawah sering kali mengering sehingga meningkatkan risiko gagal panen.

“Dengan dibangunnya kembali Irigasi Lawe Harum, kami berharap pasokan air untuk persawahan dan kolam ikan masyarakat dapat terpenuhi,” kata Nurlela, akhir pekan lalu.

Ia menilai keberadaan irigasi yang berfungsi optimal akan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membantu pemulihan ekonomi masyarakat.

Tumpuan Ekonomi Masyarakat