“Kami mengapresiasi insan pers yang telah mendukung terciptanya situasi kondusif melalui pemberitaan yang berimbang dan edukatif. Pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.”
[Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos., M.M].
- Dari Secangkir Kopi, Kodim 0117/Aceh Tamiang dan Insan Pers Perkuat Sinergi Menjaga Stabilitas Daerah
PAGI itu, suasana Aula Makodim 0117/Aceh Tamiang terasa berbeda. Tidak ada barisan pasukan yang tengah berlatih ataupun agenda seremonial yang kaku.
Yang tampak justru deretan kursi yang tersusun sederhana, meja-meja kecil dengan sajian kopi dan kudapan, serta percakapan hangat yang mengalir tanpa sekat.
Di ruangan itu, para wartawan dari berbagai media cetak, daring, dan elektronik duduk berdampingan dengan jajaran TNI.
Mereka datang dengan latar belakang profesi yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama [memastikan informasi yang sampai kepada masyarakat tetap akurat, berimbang, dan membawa manfaat bagi daerah].
Di tengah era digital yang membuat informasi bergerak lebih cepat daripada verifikasi, pertemuan semacam ini menjadi lebih dari sekadar ajang silaturahmi.
Ia menjelma menjadi ruang membangun kepercayaan, memperkuat komunikasi, dan merawat kemitraan yang selama ini menjadi salah satu penyangga stabilitas sosial di Kabupaten Aceh Tamiang.
Kesadaran itulah yang melatarbelakangi Komando Distrik Militer (Kodim) 0117/Aceh Tamiang menggelar kegiatan Coffee Morning bersama insan pers di Aula Makodim 0117/Aceh Tamiang, Jalan Lintas Banda Aceh–Medan, Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda. Rabu, 10 Juni 2026 lalu.
Ketika Komunikasi Menjadi Pilar Stabilitas
DI TENGAH perubahan lanskap media yang berlangsung sangat cepat, hubungan antara institusi negara dan media massa tidak lagi sekadar hubungan kerja biasa.
Keduanya memiliki tanggung jawab yang saling terkait dalam menjaga ruang publik tetap sehat.
Media membutuhkan akses informasi yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Sebaliknya, institusi negara membutuhkan media sebagai jembatan komunikasi kepada masyarakat.
Tanpa komunikasi yang baik, ruang kosong informasi sering kali diisi oleh spekulasi, asumsi, bahkan hoaks yang berpotensi menimbulkan kegaduhan sosial.
Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos., M.M., memahami pentingnya peran tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini turut menjaga kondusivitas daerah melalui pemberitaan yang profesional.
Dandim 0117/Aceh Tamiang
MENURUT Dandim, Coffee Morning bukan sekadar agenda rutin atau kegiatan seremonial. Forum tersebut merupakan wadah strategis untuk membangun komunikasi dua arah yang lebih terbuka antara TNI dan media.
Melalui diskusi yang berlangsung santai namun substansial, berbagai pandangan mengenai kondisi daerah, perkembangan informasi publik, hingga tantangan yang dihadapi masyarakat dapat dibahas bersama dalam suasana yang konstruktif.
“Kami berharap hubungan baik yang selama ini terjalin dapat terus ditingkatkan. Kolaborasi antara TNI dan media harus semakin solid dalam mendukung pembangunan serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kabupaten Aceh Tamiang,” ujarnya.
Pers dan TNI [Dua Pilar dengan Tugas Berbeda, Tujuan yang Sama]
DALAM sistem demokrasi, pers dan aparat negara memiliki fungsi yang berbeda, tetapi keduanya bertemu pada satu titik yang sama, yakni kepentingan publik.
Pers menjalankan fungsi kontrol sosial, pengawasan, edukasi, serta penyebarluasan informasi. Sementara itu, TNI menjalankan tugas pertahanan negara sekaligus membantu pemerintah daerah dalam berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Ketika kedua institusi ini mampu membangun komunikasi yang sehat, maka ruang publik akan memperoleh manfaat yang besar.
Informasi dapat tersampaikan secara utuh, masyarakat memperoleh pemahaman yang benar, dan berbagai persoalan sosial dapat diantisipasi lebih dini.
Hubungan yang harmonis tersebut menjadi semakin penting mengingat Aceh Tamiang merupakan wilayah yang terus berkembang, baik dari sisi pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, maupun dinamika sosial kemasyarakatan.
Dalam konteks itu, media tidak hanya berperan sebagai pelapor peristiwa, tetapi juga mitra strategis yang membantu membangun optimisme publik terhadap berbagai upaya pembangunan daerah.
Membangun Kepercayaan di Tengah Tantangan Era Digital
SALAH satu tantangan terbesar saat ini adalah derasnya arus informasi yang beredar melalui media sosial. Kecepatan sering kali mengalahkan akurasi.











