“Melalui layanan ini, kami ingin menciptakan ruang aman untuk berbagi, mencari bantuan, dan tetap menjaga keseimbangan diri. Semangat ini juga dapat menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik,” ungkap Rhena, Jum’at, 3 Oktober 2025.
Tim MENTARA sendiri resmi dibentuk pada 27 Agustus 2025. Tim ini memiliki peran beragam, mulai dari penyediaan konselor pendamping, edukasi tentang kesehatan mental, hingga kerja sama dengan akademisi Universitas Syiah Kuala untuk memberikan dukungan profesional.
Langkah ini memperlihatkan bahwa isu kesehatan mental kini semakin mendapatkan perhatian serius, bahkan di lingkungan instansi pemerintah.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan mental merupakan kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Tekanan hidup dan pekerjaan dapat dialami siapa saja, dan mencari bantuan adalah langkah berani untuk kembali sehat dan produktif.
“Dengan semakin terbukanya ruang konseling dan edukasi, diharapkan lahir lingkungan yang lebih harmonis, inklusif, dan mendukung kesejahteraan bersama,” tutup Rhena. (*)











