Satreskrim Polresta Banda Aceh RJ kan Kasus Penganiayaan di MOSA

oleh -234 Dilihat

Dirinya juga sempat kecewa kepada pihak sekolah dan dinas terkait perihal kelalaian dalam penanganan perkara tersebut. Dirinya memutuskan untuk sepakat berdamai lantaran melihat kondisi anaknya yang kini kian membaik dan tidak mengalami gejala tertentu.

“Setelah jiwa saya tenang, anak saya alhamdulillah masa depan masih ada, lantaran luka yang dialaminya tidak terlalu fatal. Tapi saya berharap ini menjadi pelajaran, dan kejadian serupa tidak terulang lagi,” pungkasnya.

Perwakilan dari SMAN MOSA mengatakan, pasca kejadian ini akan diambil sebagai pelajaran dengan meningkatkan pengawasan di area sekolah.

Hal itu dalam rangka menciptakan kenyamanan para siswa-siswi dalam hal melaksanakan proses belajar mengajar di sekolah.

“Kebijakan dari sekolah ini, sekarang sudah ada piket tambahan, baik dari guru dan siswa. Jadi setiap malam mereka bertugas untuk melakukan pemantauan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala UPTD PPA Aceh, Irma Ibrahim mengatakan, perundungan di sekolah saat ini terjadi dimana-mana. Kali ini terjadi di sekolah kebanggaan Aceh, Modal Bangsa.

“Kalau dahulu ini adalah hal yang biasa, namun sekarang menjadi hal yang luar biasa, sehingga perlu pengawasan ketat dari sekolah, komite maupun masyarakat,” pintanya.

“Hari ini Alhamdulillah, kasus tesebut sudah dilakukan Restorative Justice, perdamaian kedua belah pihak,”  tuturnya.

Selain itu, kata Irma, peran UPTD PPA dalam penangan kasus ini, mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak, dan bersikap netral tidak memihak kepada salah satunya.

Guna pencegahan kasus seperti ini, kata Irma, perlu dilakukan gerakan bersinergi baik memberikan sosialisasi tentang kekerasan terhadap anak di sekolah maupun penanganan bagi korban dan pelaku karena sama-sama masih di usia anak.

Hal ini penting dilakukan Untuk pemenuhan hak anak dalam pendidikan, kesehatan baik fisik maupun psikologisnya.

“Anak adalah aset masa depan negara kita yang perlu dibentuk menjadi insan yang berguna bagi nusa dan bangsa,” pungkasnya. (*)