Wow…. Petani di Bener Meriah Beli Fortuner dari Hasil Labu Siam

oleh -504 Dilihat
Petani Labu Siam (Jipang) lagi memanen hasil kebun.

Redelong, (AD) Wow… sungguh beruntung nasip petani Bener Meriah yang satu ini, sebab bayangkan saja berapa ikat Daun dan berapa kilo buah atau labu siam ( jipang ) yang merupakan keluarga tumbuhan merambat dengan nama ilmiah Sechium edule, harus di jualnya ke pasar hingga dia peroleh satu unit mobil jenis Fortuner.

Di Bener Meriah labu siam ini dikenal dan disebut taruk jipang. Tumbuhan ini tumbuh subur di pekarangan, atau kebun warga tanpa mesti dibudidayakan dengan baik.

Tumbuhan ini merupakan makanan kegemaran masyarakat Dataran Tinggi Gayo, Khususnya Aceh Tengah dan Bener Meriah. Selain buahnya, pucuk taruk jipang sudah menjadi konsumsi sayur mayur sebagai pendamping makanan pokok atau nasi sehari – hari, apalagi ada cecah terong belanda, ini pasangannya.

Di luar Dataran Tinggi Gayo, permintaan terhadap taruk jipang juga meningkat. Harga yang biasanya murah meriah di Dataran Tinggi Gayo, sampai di luar harga melonjak naik.

BACA..  Ketua DPS Bank Aceh Syariah Raih Anugerah Kepatuhan Zakat Berdampak dari BAZNAS dan DSN-MUI

Apabila dibudidayakan atau bertani jipang, akan mendulang rezeki buat petani. Hal ini seperti yang dialami oleh seorang warga Bener Meriah yakni Aman Pirman, asal Kampung Kepies, Kecamatan Permata.

Bertani Jipang atau labu Siam telah dijalankan Aman Pirman sejak tiga tahun yang lalu. Wal hasil, jipang membuatnya memiliki penghasilan harian dan bulanan yang cukup lumayan untuk dirinya beserta keluarganya.

Aman Pirman telah menikmati hasil tani taruk jipangnya. Menurut apa yang dijelaskannya, semakin hari harga taruk jipang dipasaran semakin naik dan menjanjikan.

“Saya bercocok tanam taruk jipang mulai dengan harga 800 Rupiah per Kilogramnya. Alhamdulillah hari ini pasar memberikan harga sebesar 4000 Rupiah kepada saya per kilogramnya,” terang Aman firman, Sabtu (28/5/2022) seperti yang di muat di salah satu media.

BACA..  Ketua DPS Bank Aceh Syariah Raih Anugerah Kepatuhan Zakat Berdampak dari BAZNAS dan DSN-MUI

Diakui Pak Pirman, kini ia telah memiliki lebih Kurang 3 hektar lahan kebun. Sebelumnya bercocok tanam jipang ia mulai dari lahan seluas 1 Ha saja.

“Saya masuk ke Kampung Kepies ini pada tahun 2003. Awalnya tidak punya apa-apa. Alhamdulillah saat ini selain sudah memiliki lahan kurang lebih 3 hektar, membangun rumah, dan 1 unit Mobil Fortuner tahun rendah itu bang dengan harga 230 Juta,” terang Aman Pirman.

Dia menjelaskan bercocok tanam jipang hampir setiap hari bisa panen, tidak seperti pertanian kopi di kawasan Kepies, dimana panen Kopi hanya 1 tahun sekali.

Aman Pirman juga mengajak kawan-kawannya untuk bercocok tanam jipang atau labu siam, karena saat ini ia hanya bisa memenuhi permintaan lokal dan sebagian wilayah Aceh saja, walaupun selain itu ia juga membudidayakan Markisah gayo dan kopi Gayo.

BACA..  Ketua DPS Bank Aceh Syariah Raih Anugerah Kepatuhan Zakat Berdampak dari BAZNAS dan DSN-MUI

“Permintaan Pasar taruk jipang perhari yang saya penuhi mencapai 100 sampai dengan 150 Kilogram taruk jepang, jadi bisa kita estimasikan 4000 X 150Kg = 600 Ribu Rupiah pendapatan kita pada setiap harinya” jelasnya dengan penuh semangat.

Dia meyakinkan bahwa untuk saat ini bagi saya dari pada bercocok tanam kol atau kentang yang terkadang pemasarannya tidak menentu harga juga terkadang tidak jelas, taruk Jipang lebih menjanjikan.

Aman Pirman merekomendasikan labu siam atau jepang untuk dibudidayakan, dan jika ada kawan-kawan yang ingin berkonsultasi ia juga mengajak untuk semua kalangan melihat pertanian jipangnya atau bisa juga menghubunginya via telepon dengan nomor 085277091782, jelasnya dengan nada pasti.[]

Laporan : Abdul Rahman