Bangkit dari Lumpur, Aceh Tamiang Percepat Pemulihan Stadion Karang Baru

oleh -95 Dilihat

“Semangat gotong royong seluruh pihak menjadi kekuatan terbesar dalam proses pemulihan Aceh Tamiang. Kami akan terus mengupayakan agar pembangunan Stadion Karang Baru dan Masjid Agung dapat segera dilanjutkan demi kepentingan masyarakat.”

[Ismail, S.E.I. Wakil Bupati Aceh Tamiang].

  • Pemkab Usulkan Kelanjutan Pembangunan Stadion dan Masjid Agung sebagai Bagian Rehabilitasi Pascabencana

BANJIR bandang yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir November 2025 meninggalkan jejak kerusakan di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Tidak hanya permukiman warga, fasilitas pendidikan, dan infrastruktur jalan yang terdampak, sejumlah fasilitas publik juga mengalami kerusakan serius akibat terjangan air dan endapan lumpur.

Salah satunya adalah Stadion Karang Baru, yang selama ini menjadi pusat kegiatan olahraga dan pembinaan atlet di daerah tersebut.

Memasuki tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus mempercepat pemulihan berbagai fasilitas publik.

Upaya itu tidak hanya dilakukan melalui pembersihan sisa material banjir, tetapi juga dengan memperjuangkan kelanjutan pembangunan infrastruktur strategis kepada pemerintah pusat agar dapat segera dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, S.E.I., saat meninjau proses pembersihan material lumpur di kompleks Stadion Karang Baru.

Dalam kunjungan itu, ia didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Aceh Tamiang, M. Farij.

Memastikan Pemulihan Berjalan Sesuai Target

DI LOKASI peninjauan, Wakil Bupati melihat langsung kondisi bangunan stadion, tribun penonton, hingga lapangan sepak bola yang sebelumnya tertutup endapan lumpur akibat banjir bandang.

Sejumlah personel gabungan bersama masyarakat tampak membersihkan material lumpur secara bertahap agar area stadion kembali layak digunakan.

Pembersihan stadion menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah daerah dalam mengembalikan fungsi fasilitas umum yang terdampak bencana.

Keberadaan stadion dinilai memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas olahraga, pembinaan atlet, penyelenggaraan berbagai kompetisi, hingga ruang interaksi sosial masyarakat.

Selain memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, kunjungan tersebut juga menjadi bentuk dukungan moril pemerintah daerah kepada para petugas dan masyarakat yang terlibat langsung dalam proses pemulihan.

Di sela-sela peninjauan, Ismail menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel, tim pelaksana, serta warga yang bergotong royong membersihkan lingkungan stadion.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pembersihan sisa-sisa lumpur di Stadion Karang Baru beserta lingkungan sekitarnya. Dedikasi, semangat kebersamaan, dan kepedulian yang ditunjukkan menjadi modal penting dalam mempercepat proses pemulihan Aceh Tamiang pascabencana,” ujar Ismail.

Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.

Stadion Masuk Prioritas Pembangunan

TIDAK hanya fokus pada proses pembersihan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang juga terus memperjuangkan kelanjutan pembangunan Stadion Karang Baru kepada pemerintah pusat.