Ketua PPBTPI Aceh Minta Plt Gubernur Evaluasi Oknum Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh

oleh -954 Dilihat

Banda Aceh (AD) – Ketua Umum Perkumpulan Penangkar Benih Tanaman Perkebunan Indonesia (PPBTPI) Aceh Zakaria, Selasa (4/8) menyebutkan sangat kecewa kepada oknum dinas pertanian dan perkebunan Aceh dan ULP Aceh. Dikarenakan pihaknya menduga ada permainan oknum dinas pertanian dan perkebunan Aceh tentang bibit kelapa pandan wangi di Aceh.

Sebenarnya program membudidayakan bibit kelapa pandan wangi ini untuk mendongkrak perekonomian masyarakat Aceh, tetapi anehnya kok ada permainan dalam program tersebut, kesalnya Zakaria.

Lanjutnya dalam hal ini pemerintah melalui dinas terkait sudah banyak menganggarkan anggaran untuk program kelapa pandan wangi tersebut. Tetapi sayangnya program tersebut kandas seperti tak berjalan diduga ada oknum yang bermain dengan harga.

BACA..  Silahturahmi Ke SWI, Kadis Kominsa Aceh Barat: Kami Siap Jalin Kerja Sama 

Persoalan tersebut sudah banyak yang mengeluh dari pihak rekanan khususnya rekanan kelapa pandan wangi untuk mendapatkan dukungan dari CV. Bumi Mitra mereka mengeluh ke pihaknya selaku Ketua asosiasi produsen benih Aceh. Mengingat dengan hal itu pihaknya sangat kesal kepada CV Bumi Mitra dan sangat kecewa kepada pihak instansi yang membuat program bibit kelapa pandan wangi yang tidak mendukung program bibit kelapa pandan wangi ini.

Sementara itu Zulham selaku pimpinan CV Bumi Mitra saat dimintai keterangan mengatakan pihaknya baru bisa menampung hasil dari produksi dari rekanan dimana ada dukungan dari dinas untuk memberikan rekomendasi ke pihaknya.

Zakaria selaku ketua umum PPBTPI Aceh meminta kepada  Plt. Gubernur Aceh untuk mengevaluasi sejumlah pihak oknum- oknum yang ada didinas pertanian dan perkebunan Aceh.

BACA..  Silahturahmi Ke SWI, Kadis Kominsa Aceh Barat: Kami Siap Jalin Kerja Sama 

Menurutnya kalau kita hitung-hitung perbandingan harga kelapa dalam (kelapa unggul lokal Aceh) dengan harga hanya sekitar 14.000/ batang sedangkan  kelapa pandan wangi 248.000 ribu / batang, sebut Zakaria.

Jika program kelapa dalam unggul lokal Aceh 6 milyar tidak kurang lebih sekitar  430.000/batang yang menerima manfaat untuk kebutuhan sehari hari yang memakai santan atau minyak goreng dan jika kita kembali kehistori Aceh pinggir pantai barat selatan yang dipadati dengan pohon kelapa dalam unggul lokal sebelum Aceh dilanda tsunami pada tahun 2004 silam.

Kedapan kita biarkan seperti ini bakal terjadi santan kelapa untuk sayur (Kuah Leumak) harus diimpor dari luar Aceh andainya kelapa dalam unggul lokal Aceh 430.000/batang kita bagikan buahnya pertandan 15 buah 4 kali panen dalam setahun kali 1.500/buah tidak kurang hasilnya sekitar 39 milyar pertahun, ucapnya Zakaria.

BACA..  Silahturahmi Ke SWI, Kadis Kominsa Aceh Barat: Kami Siap Jalin Kerja Sama 

Bagaimana dengan program kelapa pandan wangi yang menerima manfaat hanya untuk kelas menengah keatas saja. “Kita bandingkan dengan harga pandan wangi hanya konsumsi minuman buah kelapa muda yang dinikmati oleh para elit dan tidak manfaat sedikitpun untuk masyarakat bawah. Dengan anggaran 6 milyar hanya mendapat bibit 24.193/batang dan tidak tau arah rimbanya yang dikembangkan,”pungkas Zakaria. (DW).