Laporan | Zalaluddin KY
SABANG (AD) – Menjaga moralitas dan kekeluargaan, Raja Darmawan; memilih mundur dari bakal calon pemilihan Ketua Komote Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sabang, yang akan digelar Sabtu tanggal 07 November 2020.
Pengunduran diri Raja Darmawan bukan takut kalah dalam pertarungan, tetapi dirinya lebih memilih menjaga moralitas. Demikian tegas Darmawan kepada atjehdaily.id, Jumat, 6 November 2020.
Dan lawan dalam pertarungan pada kontes Ketua KONI Sabang tahun 2020 merupakan orang yang patut dihormati yakni Ayahanda H Muhammad Isa, yang tak lain bagi Raja Darmawan yang dianggap orang tua sendiri.
“Memang pada awalnya saya ingin mendirikan kembali demokrasi dalam pemilihan pemimpin, namun jangan sampai ada kesan setiap menempatkan seorang pemimpin di Sabang, hanya orang-orang yang telah dikondisikan (dari dia untuk dia), maka saya mencoba ikut berdemokrasi bersih tetapi setelah langkah kaki saya sampai pada pendaftaran mengetahui bahwa lawannya adalah Ayahanda H Muhammad Isa, sehingga langkah saya pun terhenti,” Jelasnya.
Raja Darmawan mengatakan, awalnya terus terang dirinya merasa aneh melihat proses pemilihan Ketua KONI Sabang, yang akan digelar pada Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) Sabang hari Sabtu besok itu, namun demikian dari penilaian Raja Darmawan, pendaftaran yang dibuka itu sarat kepentingan.
Sehingga, Raja Darmawan dengan dukungan 6 Pengurus Olahraga Cabang (Pengcab) dan semangat tinggi mendatangi kantor KONI Sabang, yang berada di Jalan Perdangan Sabang untuk mendaftarkan diri. Meskipun, jumlah Pengcab yang ada di Sabang 36 tentunya 30 suara kemungkinan sudah dalam genggaman Ayahanda H Muhammad Isa.
Meskipun begitu sesuai aturan persyaratan draf tertib harus didukung 30 Pencab akan tetapi pada dasarnya, tidak ada masalah dengan dukungan sejumlah Pengcab berpihak kepada bakal calon tertentu. Mengingat sosok bakal calon itu adalah Ayahanda H Muhammad isa, disini lah langkah saya terhenti dan mengajukan surat pengunduran diri.
“Mohon dimengerti bagi pemangku kepentingan saya mendaftar menjadi peserta kontes Ketua KONI Sabang, bukan untuk mencari popularitas seperti yang dituding pihak tertentu kepada saya, agar diketahui kalau calon Ketua KONI hanya 1 orang itu namanya tidak demokrasi dan tidak perlu bunag-buang uang melakukan Musorkot, cukup ditunjuk saja siapa yang sudah dikondisikan”, ungkap Raja.
Kemudian sambung Raja Darmawan, tujuan mendaftarkan diri dalam kontes pemilihan Ketua KONI Sabang pada Musorkot Sabang 2020, bukan untuk mencari saingan lawan tetapi niat pendaftaran awal dilakukan sebagai gantungan cermin bagi pihak-pihak dalam menentukan sebuah kepemimpinan.










