IndexPolitica Usulkan Konsep “Sekolah Berdaya” Cegah Social Murder

oleh -1389 Dilihat

“Sejatinya sekolah hadir untuk membangkitkan daya peserta didik, daya hidup, daya pikir, dan daya juang anak. Namun yang kerap terjadi justru sebaliknya: sekolah melemahkan daya itu melalui tekanan struktural yang tak sensitif terhadap kondisi sosial mereka. Ketika pendidikan kehilangan fungsi perlindungannya, yang berlangsung bukan lagi proses pembelajaran, melainkan reproduksi ketimpangan,” ujar Alip.

Ia menegaskan bahwa pembelajaran mendalam hanya mungkin terjadi ketika anak merasa aman secara sosial dan psikologis. Jika anak masih dibebani kecemasan ekonomi, hambatan administratif, atau tekanan biaya pendidikan, maka ruang kelas tidak lagi menjadi ruang tumbuh, melainkan ruang tekanan yang tersembunyi.

BACA..  Bela Kehormatan Insan Pers, Rianto Apresiasi Langkah Tegas Dewan Pers dan PWI

Konsep Sekolah Berdaya, lanjutnya, menempatkan perlindungan sosial sebagai fondasi utama pendidikan. Sekolah perlu terintegrasi dengan sistem bantuan sosial, memiliki mekanisme deteksi dini terhadap kerentanan psikososial siswa, serta memastikan bahwa kebijakan internal tidak menambah beban bagi keluarga miskin.

BACA..  Bela Kehormatan Insan Pers, Rianto Apresiasi Langkah Tegas Dewan Pers dan PWI

Dalam kerangka ini, pendidikan tidak semata-mata mengejar capaian akademik, tetapi juga memastikan keberlanjutan daya hidup anak. Reformasi yang diusulkan menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari skor atau kelulusan, melainkan dari sejauh mana sekolah mampu menjadi ruang aman dan memberdayakan bagi seluruh peserta didik.

BACA..  Bela Kehormatan Insan Pers, Rianto Apresiasi Langkah Tegas Dewan Pers dan PWI

“Sekolah Berdaya adalah upaya mengembalikan pendidikan pada fungsi dasarnya: melindungi dan membangkitkan potensi anak. Tanpa itu, kita berisiko membiarkan tekanan struktural terus bekerja secara diam-diam,” tegasnya. (R)