“Rekonstruksi Konsep Kepemimpinan Perempuan di Era Pandemi Covid-19, menjadi tema besar dalam konferensi Fatayat NU Ke XI ”, tutur Salwa, Sabtu (11/12).
“Tentunya kedepan, kita berharap pemimpin Fatayat NU, sosok yang lebih bijaksana dan demokratis dalam beberapa hal terutama menyangkut isu-isu tentang perempuan,” ujarnya.
Pada saat yang bersamaan Ketua Panitia Hj. Asmahan, M.H.Sc, ASL., Ph.D juga menyampaikan bahwa ada tiga kandidat besar yang muncul dalam pemilihan kali ini antara lain, Ida Friatna, S.Ag, M.Ag seorang akademisi UIN Aceh dan sekum Fatayat NU, Hj. Cut Ani Viviyanti, S.E, M.M, Direktur Yayasan Bantuan Hukum Anak Peutuah Mandiri aceh dan Putri Novriza, S.SI, M.Si yang saat ini menjabat sebagai Ketua KPI Aceh.
Asmahan berharap, sebaiknya memilih pemimpin yang mempunyai pemikiran maju sesuai dengan nilai-nilai keislaman dan siapapun yang akan menjadi ketua nantinya adalah seorang kader yang selama ini berproses tumbuh, berkembang dan mampu memajukan Fatayat kedepan,” pungkasnya. (Ril)











