Dinas Kesehatan Aceh Siap Berkolaborasi Dengan PWI

oleh -1984 Dilihat

Banda Aceh (AD)- Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Aceh, dr. Munawar SpOG bersama sejumlah staf termasuk Sekdis Ferdiyus, SKM, M.Kes bersilaturahmi ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh di Banda Aceh, Selasa, 15 Juli 2025.

Kedatangan dr. Munawar dan rombongan disambut oleh Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin bersama jajaran pengurus dan Dewan Penasihat, Dr. Bustamam Ali dan Muchlis Musa.

Silaturahmi diisi dengan diskusi mengangkat berbagai isu terkini tentang kesehatan masyarakat di Aceh termasuk berbagai program nasional dan daerah. Secara khusus juga dibahas berbagai program kesehatan untuk mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045.

Munawar menjawab berbagai pertanyaan Pengurus PWI yang notabene adalah wartawan bahkan CEO berbagai media, seperti program imunisasi yang masih saja terjadi penentangan di kalangan masyarakat.

Ironisnya, penentangan itu justru datang dari tenaga-tenaga kesehatan itu sendiri termasuk tokoh-tokoh masyarakat.

“Masih ada saja yang melarang anak-anak diimunisasi karena vaksin yang digunakan diisukan berasal dari elemen yang haram seperti babi. Ini masih menjadi isu bahkan ada ulama yang melarang,” kata Muhajir Juli, Pemred Komparatif.id dibenarkan Wakil Ketua Penasehat PWI Aceh, Bustamam Ali.

Diakui Munawar, capaian imunisasi di Aceh masih kurang dan ini harus dicarikan solusi agar berbagai hambatan bisa diatasi, termasuk keterlibatan media untuk melawan berita hoaks dan isu-isu tidak benar mengenai vaksin yang digunakan terhadap anak.

“Kegagalan imunisasi juga bisa berdampak pada kegagalan kita membebaskan anjak-anak Aceh dari stunting. Artinya, kalau imunisasi tidak lengkap maka anak-anak Aceh akan stunting juga,” ujar Munawar.

Angka stunting di Aceh, menurut Munawar juga terjadi penurunan dari sebelumnya 29,4 persen menjadi 28,6 persen.

Terkait program imunisasi, Kemenkes telah membuat imunisasi itu menjadi 14 dari sebelumnya 11.

Ke- 14 vaksin imunisasi tersebut yaitu BCG merupakan salah satu jenis imunisasi dasar, DTP (Difteri, Tetanus, dan Pertusis), imunisasi campak, hepatitis B, Hib, Polio, MMR, cacar air, Pneumokokus, Rotavirus, Influenza, Tifoid, HPV, dan Hepatitis A

“Kalau dua tahun lalu masih 11 jenis, kini menjadi 14. Diharapkan dengan imunisasi lengkap akan menjadikan generasi Indonesia termasuk Aceh siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Kadis Kesehatan Aceh.