Menurut pandangan saya secara pribadi, kunci dalam mencegah peredaran penyalahgunaan narkoba itu ada pada ibu-ibu, karena mereka itu adalah tiang negara, kuat wanitanya kuatlah negara itu lemah wanitanya runtuh pula negara itu.
Keuchik gampong Peulanggahan, Ferdiansyah mengungkapkan, ucapan terimakasih kami atas dukungan dari semua pihak dalam mewujudkan terlaksananya Kampung Bebas Narkoba di Gampong Peulanggahan Kecamatan Kutaraja Kota Banda Aceh ini.
“Pembentukan Kampung Bebas Narkoba ini merupakan wujud kepedulian Polri kepada masyarakat agar masyarakat gampong Peulanggahan sejak dini peduli dengan generasi bangsa akan bahaya narkoba,” ujarnya.
Nanti segera kita bentuk tim satgas di gampong Peulanggahan, semoga dengan terbentuknya satgas, maka gampong Peulanggahan Kecamatan Kutaraja Kota Banda Aceh dapat Bebas dari Narkoba.
“Bebas dalam arti kata bukan bebas dalam menggunakan narkoba, namun bebas dari peredaran, penggunaan narkoba,” ungkapnya.
Kami telah memiliki pemuda tangguh, dimana mereka saat ini sudah memiliki kemampuan dalam mengaji dan olahraga, dan ini salah satu cara bagaimana menghindari penyalahgunaan narkoba di gampong Peulanggahan.
Staf ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Banda Aceh, Iskandar, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh mengapresiasi serta penghargaan yang sebesar – besarnya kepada Kapolresta Banda Aceh beserta seluruh jajaran yang telah memilih dan menentukan pencanangan program Kampung Bebas Narkoba.
“Dengan adanya pembentukan Kampung Bebas Narkoba ini, akan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat terutama generasi muda untuk tumbuh berkembang tanpa pengaruh narkotika,” ucapnya.
Oleh karena itu, dengan ini ancaman serius penyalahgunaan dan kejahatan narkoba dapat mengancam masa depan generasi muda ke depan, maka dibutuhkan sinergitas dan komitmen kita bersama dalam hal menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba, khususnya para orang tua untuk terlibat aktif dalam program ini.
Iskandar mengatakan, dalam memerangi narkoba bukanlah tanggung jawab pemerintah saja, namun juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Dengan diluncurkannya program kampung bebas narkoba.
“Kami berharap, seluruh warga masyarakat dapat bersatu untuk melawan peredaran narkoba di wilayahnya. Program ini akan melibatkan berbagai pihak dari pemerintah, kepolisian, BNN, tokoh masyarakat, para pelajar dan juga para orang tua,” tutur Iskandar
Saya yakin dengan kerjasama yang solid dari seluruh pihak, kita dapat menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba di wilayah kita, mari bergandengan tangan dan bekerja sama dengan menjaga keberlangsungan hidup generasi muda.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Unsur Forkopimda Banda Aceh, Perwakilan Yayasan Al Fatha, Unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat dan warga gampong Peulanggahan. (*)










