Yahnda: Petani dan Nelayan Aceh Harus Berani Berinovasi Demi Kedaulatan Pangan

oleh -1308 Dilihat

“Ilmu dan pengalaman yang kami peroleh di Gorontalo akan menjadi bekal berharga untuk memajukan sektor agraris dan maritim di Aceh, sekaligus mendukung target kemandirian pangan di daerah,” katanya.

Ia meyakini, kekuatan pangan Indonesia sesungguhnya bertumpu pada semangat belajar dan kemampuan para petani dan nelayan dalam beradaptasi terhadap perubahan zaman. Karena itu, setiap peserta yang mengikuti PENAS memikul amanah besar untuk menjadi agen perubahan di daerahnya masing-masing.

BACA..  Jalan Mulus, Ekonomi Kembali Bergerak

“Jika petani dan nelayan terus berinovasi, memperkuat kemitraan, dan memanfaatkan teknologi, maka cita-cita mewujudkan kedaulatan pangan bukanlah sesuatu yang mustahil. Dari tangan petani dan nelayan, masa depan pangan bangsa ditentukan,” tegas Yahnda.

Selain itu, ia juga menambahkan, keikutsertaan delegasi Aceh dalam PENAS XVII Gorontalo tidak hanya bertujuan mengikuti rangkaian kegiatan nasional, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar untuk mencari inspirasi dan gagasan baru yang dapat diterapkan guna mempercepat kemajuan sektor pertanian dan perikanan di Aceh.

BACA..  Jalan Mulus, Ekonomi Kembali Bergerak

“Bagi kami, perjalanan ke Gorontalo bukan sekadar menghadiri sebuah pertemuan nasional, tetapi sebuah ikhtiar untuk menjemput masa depan pertanian dan perikanan yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing. Dari PENAS XVII Gorontalo, kami berharap dapat pulang membawa inspirasi, inovasi, dan semangat baru untuk memperkuat ketahanan serta mewujudkan kedaulatan pangan di Bumi Serambi Mekkah,” pungkas Yahnda. (R/MTU)