“Mereka kabur dari kamp pengungsian di wilayah Pidie, dari hasil penyelidikan kami mereka berencana akan pergi ke dumai,” ungkap AKBP Deden Heksaputera.
Ia menilai lemahnya pengawasan oleh pihak UNHCR yang bertanggung jawab terhadap imigran Rohingya. Menurutnya UNHCR ternyata tidak mampu mengelola dan mengawasi imigran Rohingya, sehingga mereka bisa kabur dan lari dari penampungan, sehingga sangat rawan menimbulkan terjadinya konflik.
“Saat ini kesembilan etnis rohingya ini sudah dibawa oleh warga dengan pengamanan oleh Polres Aceh Utara ke kamp penampungan awal mereka di pidie,” ungkap Kapolres AKBP Deden Heksaputera. (Sayed Panton).











