Pemkab dan DPRK Tidur, APBK Molor Banjir Tanpa Solusi

oleh -465 Dilihat
oleh

Banda Aceh (ADC)-Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Aceh Singkil (AMPAS) menggelar demontrasi di bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Rabu (29/11/2017).

Mahasiswa tersebut mengecam lambannya Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dalam membahas APBK 2018

“Hingga hari ini Pemkab Aceh Singkil belum melakukan pembahasan RAPBK Aceh Singkil tahun anggaran 2018,” ujar Koordinator aksi Zazang Nurdiasyah.

Pihaknya juga sangat menyayangkan sikap Pemkab dan DPRK sejauh ini hanya melakukan pembiaran terkait persoalan banjir tahunan dan status daerah tertinggal termiskin tanpa memikirkan pendderitaan rakyat dan tanpa memikirkan solusi.

Sementara itu, Jamaluddin saat orasinya meminta kepada Gubernur Aceh agar tidak diam.

BACA..  Pastikan Struktur Jembatan Enang-Enang Diperkuat, Kaposwil Satgas PRR Aceh: Boleh tapi Keselamatan Warga di Atas Segalanya

“Jangan jadikan Aceh Singkil sebagai anak tiri, kami tidak melarang Bapak datang ke daerah kami, tetapi kami minta kedatangan bapak supaya membawa solusi untuk banjir kami,” teriaknya.

Sejauh ini kata Jamaluddin, mahasiswa masih ragu kepada Pemkab Aceh Singkil di bawah kepemimpinan Dulmusrid dan Sazali yang selama ini hanya memberikan sebuah harapan palsu, perubahan sekedar celoteh dan aksi nyata dari program kerjanya.

Ketua Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Aceh Singkil (HIMAPAS) Syahrul Manik dalam orasinya menyampaikan. kinerja seratus hari pemerintahan Dulmusrid-Sazali (DulSaza) tanpa ada capaian.

BACA..  Pastikan Struktur Jembatan Enang-Enang Diperkuat, Kaposwil Satgas PRR Aceh: Boleh tapi Keselamatan Warga di Atas Segalanya

“100 hari kepemimpinan DulSaza bisa kita katakan kinerja yang di capai nol + nol sama dengan nol hanya berbuah harapan semata,” teriak Syahrul disambut yel-yel, hidup mahasiswa, hidup rakyat.

Padahal, kata Syahrul, sejauh ini kemampuan daerah dari segi kekayaan alam yang melimpah ruah hanya saja tidak bisa digunakan sebaik baiknya.

Zazang yang kembali berorasinya juga menekankan mahasiswa tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal pemerintahan DulSaza sampai betul-betul membuktikan program nyata dari sebuah perubahan yang dijanjikannya kepada masyarakat Aceh Singkil.

Begitu juga kepada DPRK Aceh Singkil diminta untuk tidak hanya tidur dan duduk manis serta memakan gaji buta dari rakyat tanpa ada kerja yang jelas memperjuangkan nasib rakyat Aceh Singkil.

BACA..  Pastikan Struktur Jembatan Enang-Enang Diperkuat, Kaposwil Satgas PRR Aceh: Boleh tapi Keselamatan Warga di Atas Segalanya

“Bapak digaji, bapak diFasilitasi oleh karena itu, wajib hukumnya mengabdi,” pungkas Zazang Nurdiansyah

Terakhir pihaknya juga mengingatkan agar seluruh perusahaan yang ada di daerah harus betul-betul berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Kalau saja tidak sebaiknya silahkan pergi, jangan hanya bisanya meraup untung dari negeri kami,” tegasnya.

Aksi yang berlansung mulai pukul 10.00 Wib hingga pukul 11.20 Wib itu berjalan tertib, masa membubarkan diri sembari melantunkan yel-yel “hidup mahasiswa, hidup rakyat”. (r)