OPINI Oleh | Aiman Kamila
PENYAKIT DIABETES atau yang sering dikenal dengan kencing manis, tak luput dari perhatian dunia. Pasalnya diabetes yang merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi salah satu penyakit yang menyumbang angka kematian tertinggi.
Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab dari 38 juta kematian per tahun atau 68% dari seluruh kematian yang tejadi di dunia.
Sebagian besar kematian disebabkan oleh empat PTM salah satunya adalah diabetes dengan jumlah kematian sebesar 1, 6 juta kematian atau 4% dari semua kematian akibat PTM.
Penyakit diabetes masih menjadi penyumbang angka kematian ketiga terbesar setelah penyakit stroke dan penyakit jantung coroner untuk kasus di Indonesia. Provinsi DKI Jakarta masih menjadi pusat perhatian mengenai kasus diabetes.
Pasal nya DKI Jakarta yang notabene nya adalah ibukota dari negara Republik Indonesia, masih menjadi salah satu wilayah dengan prevalensi tertinggi untuk kasus diabetes.
Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018, angka kejadian mengenai diabetes di Jakarta meningkat dari 2,5% menjadi 3,4% dari total 10,5 juta jiwa atau sekitar 250 ribu penduduk di DKI menderita diabetes.
Diabetes mellitus (DM) atau yang lebih dikenal dengan penyakit kencing manis adalah penyakit kelainan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah di dalam tubuh, ini dikarenakan adanya gangguan pada hormon insulin.
Gangguan pada hormon insulin ini dapat berupa terlalu sedikit nya hormon insulin yang diproduksi ataupun hormon insulin tidak dapat digunakan oleh tubuh. Penyakit ini salah satu penyakit yang tidak dapat disembuhkan, tetapi keparahan dari diabetes ini dapat dicegah dan dapat di kontrol dengan mengikuti anjuran dari dokter yang menangani nya.
Pada orang sehat penyakit ini dapat di cegah agar tidak terkena dengan menerapkan perilaku hidup sehat. Tidak menutup kemungkinan pada orang diabetes dapat mengalami komplikasi, yang dapat mempengaruhi kualiatas hidup penderita.











