Laporan | Jalaluddin Zky
Sabang (AD) – Guna menjaga keindahan pulau tujuan wisata nasional dan internasional, Forum Komunitas Hijau (FKH) Teurawah mengawali Tahun 2021 dengan kegiatan aksi bersih pantai sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan Kota Sabang. Kegiatan digelar mengedepankan protokol kesehatan.
Aksi kebersihan tersebut dilakukan di pantai Balee Pasie, Gampong Ie Meulee, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, yang melibatkan Pemerintah Gampong setempat dan sejumlah komunitas lainnya di Kota Sabang. Kegiatan itu diberi tema “ Silahturahmi Terbina, Lingkungan Terjaga..”
Disela-sela pelaksanaan aksi bersih itu Ketua FKH Teurawah, Irwan Mahdi kepada awak media Sabtu (13/02/21) mengatakan, sebagian besar pantai di Sabang sudah bersih karena dekat dengan penginapan dan warung milik masyarakat, akan tetapi ada beberapa pantai masih butuh perhatian karena sebagian besar sampah bawaan dari laut atau musiman.
“Memang pantai di Balee Pasie, Gampong Ie Meule ini belum ada pemilik warung dan usaha lainnya sehingga, sampah banyak berserakan dan sebagian besar sampah bukan milik wisatawan akan tetapi berasal dari laut lepas,” kata Irwan.
Ia menjelaskan, pada kegiatan tersebut FKH Teurawah juga mengundang beberapa instansi terkait dan kominitas lainnya, untuk ikut berpartisipasi dalam aksi bersih pantai diantaranya DLHK, Pemerintah Gampong Ie meulee, Kwarcap Pramuka, PMI, Komunitas Sepeda WBMC, Komunitas Sepeda KPK, Komunitas sepeda GoCan, Komunitas Bonsai Sabang, Komunitas Touring Motor Sabang, Pemko FC, Perbasi Sabang, Mahasiswa KKN USK, FKPPI, GenPi Sabang, KMS Sabang dan, Selaksa Nusa Production., jelasnya.
Irwan menambahkan, dalam pengumpulan sampah tersebut dibagi menjadi dua dimana sampah plastik, kulit buah kelapa akan dibawa ke tempat pembuangan akhir dan sampah kayu akan dikumpulkan dan diberikan kepada pengusaha batu bata agar bisa dijadikan kayu bakar, beberapa kayu akan dijadikan karya seni oleh pemilik Home Stay.
“ Dalam pengumoulan sampah kita bagi, untuk sampah plastik akan kita bawa ke tempat pembuangan akhir, kalau sampah kayu akan kita berikan ke pemilik Home Stay dan pengusaha batu bata, selanjutnya kita akan duduk bersama Keuchik Gampong Ie Meulee untuk membahas tentang kebersihan pantai Balee Pasie”, terangnya.
Sementara Keuchik (Kepala Desa) Gampong Ie Meulee, M. Sukmadi mengatakan, atas nama Gampong dan masyarakat Ie Meule berterimaksih atas kepedulian dari sejumlah komunitas yang ada di Sabang terutama FKH Teurawah yang memotori kegiatan aksi kebersihan.
Karena lanjut M Sukmadi, pantai Balee Pasie di Gampong Ie Meule selama ini diminati oleh masyarakat lokal dan kegiatan seperti ini perlu dilakukan mengingat pasca pandemi sektor pariwisata di Kota Sabang mengalami penurunan, dengan ada kegiatan ini diharapkan dapat memicu pengelola pariwisata dapat membuka diri untuk kunjungan wisatawan, tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan.
“Atas nama pribadi dan masyarakat mengucapkan teriakasih kepada rekan – rekan komunitas, pasca pandemi sektor pariwisata sempat tertidur namun, demikian semangat dari sejumlah kominitas disabang patut diapresiasi,” ujar Sukmadi.
Ia juga mengatakan, pada saat ini Gampong Ie Meulee sudah memiliki kelompok pembersih pantai yang terdiri dari Lima orang, namun jumlah itu masih terbatas karena disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki, tuturnya.(*).











