USK Hadir di Tengah Luka Banjir Aceh Tamiang

oleh -86 Dilihat

Pada kesempatan tersebut, rombongan juga menyerahkan bantuan berupa peralatan memasak kepada warga sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan sehari-hari masyarakat yang masih berada dalam masa pemulihan.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tamiang yang mengalami kerusakan cukup signifikan akibat banjir.

Kerusakan tersebut meliputi mesin intake sebagai komponen utama pengolahan air bersih serta ribuan meteran pelanggan yang terdampak terjangan banjir.

Peninjauan itu dilakukan guna memastikan percepatan pemulihan layanan air bersih kepada masyarakat dapat berjalan sesuai target dan kebutuhan warga segera terpenuhi.

BACA..  Dari Aset Sitaan Menjadi Mesin PAD

Kehadiran Safrizal ZA bersama tim juga menjadi bagian dari kerja terpadu yang dilakukan oleh Satuan Tugas Pemulihan dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRR) dalam mendukung percepatan pemulihan Aceh Tamiang.

Upaya tersebut tidak hanya difokuskan pada pembangunan kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan aspek kesehatan, sanitasi, ketersediaan air bersih, serta kondisi psikologis masyarakat mendapat perhatian yang sama.

BACA..  Janji Investasi 10 Tahun Berujung Kecewa

Bagi para penyintas, pemulihan pascabencana bukan sekadar membangun rumah yang rusak atau memperbaiki fasilitas umum.

Lebih dari itu, pemulihan berarti mengembalikan rasa aman, kesehatan, dan harapan untuk kembali menjalani kehidupan secara normal.

Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, tenaga medis, dan berbagai elemen masyarakat menjadi fondasi penting agar proses rehabilitasi berjalan lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan.

Tidak Berjalan Sendiri

BENCANA boleh meninggalkan jejak kerusakan, tetapi solidaritas menghadirkan harapan. Di Huntara Kampung Opak, kepedulian yang dibawa para dokter, psikolog, akademisi, dan pemerintah menjadi penanda bahwa masyarakat Aceh Tamiang tidak berjalan sendiri dalam menghadapi masa sulit.

BACA..  Dari Aset Sitaan Menjadi Mesin PAD

Pemulihan pascabencana bukanlah pekerjaan sehari atau dua hari. Namun, ketika ilmu pengetahuan, kebijakan, dan kemanusiaan berjalan beriringan, maka jalan menuju kebangkitan akan semakin terbuka bagi para penyintas untuk menata kembali masa depan mereka. [].