H Husaini Kukuhkan MAA Wilayah Barat dan Timur Kabupaten Bireuen

oleh -524 Dilihat

Bireuen (AD) – Setelah mengukuhkan dan melantik MAA (Majelis Adat Aceh) wilayah tengah, kali ini giliran wilayah barat yang dikukuhkan dan dilantik oleh Staf Ahli Bupati Bireuen, H Husaini, SH, MM mencakup Kecamatan Samalanga, Simpang Mamplam, Pandrah, Jeunieb, Peulimbang dan Peudada. Yang betrlangsung di Aula Gedung serba Guna Jeunieb, Rabu (18/12).

Sedangkan untuk wilayah Timur DR H Muzakkar A Gani, SH, M.Si mengukuhkan dan melantik MAA Tingkat Kecamatan yang terdiri dari Kecamatan Peusangan, Peusangan Siblah Krueng, Peusangan Selatan, Gandapura, Kutablang dan Makmur yang prosesi itu dipusatkan di Balai Desa Peusangan, pada hari yang sama.

Sedangkan sehari sebelumnya, Wabub Bireuen itu, telah mengukuhkan dan melantik MAA di lima Kecamatan, yang mencakup Kecamatan Kota Juang, Jeumpa, Kuala, dan Kecamatan Juli, dan Jangka.

Bupati Bireuen, H. Saifannur S.Sos dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Staf Ahli H.Husaini, SH, MM menyebutkan, dalam menindaklanjuti Qanun Aceh , MAA Kecamatan dalam Kabupaten Bireuen, dalam menggali dan melestarikan Adat Istiadat serta memeliharanya pada setiap Kecamatan, hendaknya dapat dipertanggungjawabkan.

”MAA dapat mendidik, membina serta membangun generasi Bireuen ke depan seiring perubahan masa yang berlandaskan Syariat Islam, sesuai Qanun dan peratura perundangan yang berlaku,” harap mantan Sekwan DPRK Bireuen itu.

Ketua MAA Kabupaten Bireuen Drs. Jailani MM didampingi Wakilnya H.Ahmad B. Namploeh kepada media menjelaskan, Pengukuhan MAA tingkat Kecamatan di pusatkan pada 3 Titik , yang masing-masing Wilayah yang berbeda yang meliputi Wilayah Timur yang dipusatkan di Kecamatan Peusangahari, Wilayah Tengah, dipusatkan di Kecamatan Kota Juang, dan untuk Wilayah barat di Pusatkan di Jeuneub.

Ketua MAA Kabupaten Bireuen menyayangkan,tentang belum terpenuhinya fasilitas transportasi, operasional lembaga belum lagi terpenuhi hingga saat ini, baik di Kabupaten maupun di kecamatan. “Bakan untuk Sekretariat Kecamatan masih belum ada anggaran untuk Operasional, padahal sudah sering diusulkan ke Pemkab Bireuen, tapi belum ada realisasinya,” sebutnya.

H Ahmad B Namploh yang juga Wakil Ketua MMA Kabupaten Bireun, mengatakan, menghadapi perubahan masa dan perkembangan zaman yang kian Pesat, maka MAA hadir untuk menggali, menyelamatkan selain melestarikan serta merawat juga Adat Istiadat Aceh pada umumnya dan Bireuen Khususnya.

Pergerakan masyarakat yang tidak sesuai dengan budaya daerah sangat perlu diperhatikan secara khusus, baik itu menyangkut produk dan budaya buang – buang waktu yang tidak bermamfaat serta terus mengerogoti para generasi. Dalam Pengukuhan dan Pelantikan MAA di Dua Lokasi itu, dihadiri para serta unsur Forkopincam masing-masing kecamatan serta Imum Mukim dan berbagai elemen masyarakat lainnya.(Maimun Mirdaz/Juwaini).