“Kami kewalahan, jika ada warga yang sakit, butuh 3 jam untuk membawanya menuju Rumah Sakit Umum yang ada di Kabupaten,” jelas Jhoni.
Apalagi saat musim penghujam, bisa 6 jam, jarak tempuh dari Kampung Baleng Karang ke Kota Kualasimpang.
Kalau kondisinya sudah seperti ini, komoditi setempat—seperti kelapa sawit—tak bisa dibawa keluar untuk dijual, bahkan cenderung busuk.
“Saya sangat berharap adanya perhatian secara khusus dari Pemerintah Aceh Tamiang untuk mencari formula, membangun infrastruktur diwilayah kami,” kata Jhoni.
Kondisi Kampung Baleng Karang, memang sangat memprihatinkan, karena akses jalan dan jembatan menuju kampung tersebut tidak ada.
Harapan mereka, pemerintah mau membangun jalan dan jembatan disamping sebagai akses juga sebagai lintas budaya, antar kampung, antarkecamatan.
“Satu-satunya harapan kami ya jalan dan jembatan, sebagai akses utama menuju kampung kami, juga bisa mengurangi resiko kematian, jika masyarakat yang sakit,” pungkas Jhoni. (*)











