Balai yang Bangkit dari Banjir

oleh -1462 Dilihat

[Brigjen TNI Ali Imran. Danrem 011/Lilawangsa]

“Kehadiran TNI harus mampu menjadi solusi bagi masyarakat. Ketika fasilitas pendidikan rusak akibat bencana, kita harus bergotong royong agar anak-anak tetap dapat belajar dengan baik.”

  • Ketika TNI Mengembalikan Harapan Ratusan Santri Yatim di Aceh Utara

BALAI pengajian yang roboh diterjang banjir kini berdiri kembali. Di balik bangunan baru itu tersimpan kisah gotong royong, kepedulian, dan harapan yang kembali tumbuh bagi ratusan santri yatim di Dayah Miftahul Jannah, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

BENCANA banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara beberapa waktu lalu tidak hanya merendam rumah dan lahan warga.

Musibah itu juga merobohkan balai pengajian Dayah Miftahul Jannah di Desa Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara.

Bangunan yang selama bertahun-tahun menjadi pusat pendidikan agama bagi ratusan santri yatim dan piatu tersebut rata dengan tanah setelah diterjang derasnya arus banjir.

Sejak saat itu, aktivitas belajar mengajar yang biasanya berlangsung siang hingga malam hari terpaksa terganggu.

Di tengah keterbatasan dan kesedihan yang menyelimuti para santri, secercah harapan datang.

Jajaran Korem 011/Lilawangsa bersama Kodim 0103/Aceh Utara turun tangan membangun kembali fasilitas pendidikan yang hilang akibat bencana.

Kini, balai pengajian itu kembali berdiri. Lebih kokoh, lebih nyaman, dan menjadi simbol kebangkitan bagi para santri yang sempat kehilangan ruang belajar mereka.

BALAI YANG KEMBALI MENYALA

SUASANA haru menyelimuti halaman Dayah Miftahul Jannah saat Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, menyerahkan secara simbolis bangunan balai pengajian yang telah selesai dibangun kepada Pimpinan Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Jannah, Hj. Cut Rosnah.

Acara peresmian turut dihadiri Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arh Jamal Dani Arifin, Camat Dewantara, perwakilan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Utara, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Bagi masyarakat sekitar, bangunan tersebut bukan sekadar konstruksi fisik. Balai pengajian itu merupakan pusat aktivitas pendidikan agama dan pembinaan karakter bagi generasi muda, khususnya anak-anak yatim dan piatu yang menempuh pendidikan di dayah tersebut.

Hj. Cut Rosnah mengaku tidak mampu menyembunyikan rasa syukur atas bantuan yang datang di saat lembaga pendidikan yang dipimpinnya sedang menghadapi masa sulit.

“Ini adalah takdir Allah SWT. Melalui hamba-hamba-Nya, yaitu Bapak Danrem, Bapak Dandim, dan seluruh jajaran TNI, balai yang indah ini dapat berdiri kembali. Mulai hari ini, fasilitas ini sudah bisa digunakan oleh para santri untuk kembali belajar dan mengaji sebagaimana biasanya,” ujar Cut Rosnah.

Menurutnya, keberadaan balai pengajian memiliki fungsi yang sangat vital bagi proses pendidikan di yayasan yang telah berdiri selama empat dekade tersebut.

Setiap hari, ratusan santri dan santriwati tingkat SMP hingga SMA memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mengikuti pengajian, pembelajaran agama Islam, kajian Al-Qur’an, serta berbagai kegiatan pendidikan lainnya yang berlangsung hingga malam hari di bawah bimbingan para dewan guru.

LEBIH DARI SEKADAR MEMBANGUN GEDUNG

BANTUAN yang diberikan TNI tidak berhenti pada pembangunan fisik balai pengajian.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dayah dan masyarakat sekitar, sejumlah bantuan penunjang juga disalurkan, antara lain satu paket pengeras suara (sound system), ambal atau karpet salat, serta peralatan memasak berupa wajan berukuran besar untuk kebutuhan dapur umum dayah.

Tidak hanya itu, TNI bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Utara juga memfasilitasi penerbitan dokumen administrasi kependudukan secara gratis berupa 50 akta kelahiran dan dua akta kematian bagi anak-anak yatim dan warga sekitar.