Laptop dari Ibu Kota, Semangat Baru Untuk Guru Aceh Tamiang

oleh -51 Dilihat

“Bantuan yang diinisiasi rekan-rekan PGRI ini membuktikan bahwa solidaritas antarsesama insan pendidikan merupakan kekuatan terbesar kita untuk pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.”

[Ismail, SE.I. Wakil Bupati Aceh Tamiang]

  • PGRI DKI Jakarta Serahkan 40 Laptop bagi Guru Berprestasi Terdampak Banjir, Dorong Pemulihan Pendidikan Pascabencana

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir besar yang melanda Aceh Tamiang pada November tahun lalu, secercah harapan kembali hadir bagi dunia pendidikan. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) DKI Jakarta menyerahkan bantuan 40 unit laptop kepada guru-guru berprestasi yang terdampak bencana.

Bantuan tersebut menjadi simbol solidaritas antarsesama pendidik sekaligus dukungan nyata untuk mempercepat pemulihan sektor pendidikan di Bumi Muda Sedia.

Laptop Bukan Sekadar Perangkat, Tetapi Simbol Harapan

PEMERINTAH Kabupaten Aceh Tamiang mengapresiasi kepedulian PGRI DKI Jakarta terhadap para guru yang terdampak banjir.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE.I, saat menerima sekaligus menyerahkan bantuan 40 unit laptop kepada guru-guru berprestasi di Aula Setdakab Aceh Tamiang, Rabu lalu.

Bantuan tersebut diberikan kepada 40 guru dari berbagai jenjang pendidikan, yakni tiga guru TK, dua guru Madrasah Ibtidaiyah (MI), 21 guru SD, tujuh guru SMP, serta tujuh guru SMA/SMK sederajat di Kabupaten Aceh Tamiang.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ismail menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya bernilai material, melainkan juga membawa pesan kemanusiaan dan semangat kebersamaan.

Menurutnya, laptop yang diterima para guru merupakan simbol harapan, empati, dan komitmen bersama agar proses belajar mengajar tetap berjalan meski daerah sempat diterpa bencana besar.

Ismail mengatakan, peran guru berprestasi sangat penting dalam mempercepat pemulihan daerah pascabencana.

Guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu mengembalikan stabilitas psikologis, sosial, dan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah.

Ia mengakui bahwa banjir yang melanda Aceh Tamiang beberapa waktu lalu telah berdampak terhadap berbagai fasilitas pendidikan, termasuk peralatan kerja milik guru.

Karena itu, ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung tugas mulia para pendidik dalam mencerdaskan generasi bangsa.

“Jangan jadikan bencana sebagai penghalang. Jadikan peristiwa ini sebagai batu loncatan untuk menjadi pendidik yang lebih tangguh, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Wakil Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan terus berupaya mendukung pemulihan sektor pendidikan sebagai bagian penting dari rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.