Polisi Ungkap Kasus Penembakan di Aceh Utara Dengan Senapan Angin

oleh -204 Dilihat

Lhoksukon, (AD) Polisi ungkap kasus tewasnya MY (46) warga Gampong Matang Mane, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, tewasnya MY diakibatkan penganiayaan dengan menggunakan senapan angin laras panjang jenis softgun dari jarak 15 meter oleh pelaku yang berinisial AL (25) yang berlokasi di Gampong Alue Ngom, Kecamatan Nibong, Aceh Utara, pelaku merupakan warga setempat, Selasa, (1/3/2022).

Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Nibong IPDA Muslim mengatakan bahwa pelaku melarikan diri dan tidak serselang lama, identitas pelaku dan motif pelaku dapat terungkap, “untuk pelaku AL masih melarikan diri dan masih dalam pengejaran,” ujarnya Kapolsek Nibong.

Kapolsek menjelaskan, kronologi kejadian bermula pada 2 (dua) hari sebelumnya tanggal 26 Februari 2022 telah terjadi cekcok mulut antara MY (korban) dan AM (abang kandung pelaku), dan korban sering mengancam dengan mendatangi rumah  AM (abang kandung pelaku),sehingga adiknya AL (pelaku) merasa tidak terima dengan perlakuan MY (korban) terhadap abangnya.

Lanjutnya, Kapolsek, kemudian masalah tersebut diketahui oleh perangkat Desa, sehingga perangkat Desa melakukan musyawarah untuk mendamaikan kedua belah pihak pada hari Senin tanggal 28 Februari 2022 pada pukul 19.40 Wib, di meunasah Gampong Alue Ngom Kecamatan Nibong, Aceh Utara.

Pada hari Selasa, tambahnya, tanggal 1 Maret 2022 sekira pukul 11.00 Wib, korban MY sedang duduk di kios kelontong milik Sayuti (Saksi), kemudian yang diduga pelaku AL datang ke kios milik Nurdin (Saksi) yang posisinya bersebrangan jalan sekitar +- 15 Meter.

Kemudian Pelaku AL langsung melakukan penganiayaan berat menggunakan senapan angin ke arah kepala bagian belakang MY (korban) tepatnya di bawah telinga kanan korban menggunakan senapan angin laras panjang jenis softgun warna hitam, setelah dilakukan penganiyaan, lalu korban terjatuh, kemudian pelaku langsung melarikan diri sambil membawa senapan angin laras panjang warna hitam ke arah jalan.

Kejadian tersebut dipicu oleh motif dendam Al (pelaku) dikarenakan tidak terima atas perlakuan MY (korban) atas abang kandungnya AM, dan sampai saat Ini, masih dalam pengejaran terhadap pelaku AL, pungkasnya Kapolsek IPDA Muslim .[]

Laporan: Sayed Panton