Bersinergi Cegah Pandemi Copid -19 di Aceh

oleh -782 Dilihat

Banda Aceh (AD)- Forum Komunitas Perempuan Akar Rumput (FKPAR), pengelola One Stop Service and Leaning Kecamatan Meuraxa, serta perwakilan aparatur desa, tokoh adat  dan agama berkomitmen untuk percepatan pencegahan pandemi COVID-19 yang saat ini menjadi ancaman global.

Komitmen ini disampaikan pada Diskusi kritis pencegahan pandemi Covid-19 Flower Aceh-Permampu pada 7-9 April 2020 di Hotel Kyriad Banda Aceh.

Direktur Flower Aceh, Riswati menyebutkan, hasil pemetaan Flower Aceh pada beberapa Gampong dampingannya di 7 (tujuh) Kabupaten/Kota, masih dijumpai masyarakat yang belum terpapar informasi utuh dan tepat tentang virus Covid -19 ini, serta upaya pencegahannya. Sehingga masih abai melakukan upaya pencegahan untuk melindungi diri dari potensi penularan.

“Saat ini, karena keterbatasan informasi, banyak masyarakat yang belum melakukan upaya pencegahan. Misalnya, dalam melakukan aktivitas di ruang publik, belum menjaga jarak, tidak menggunakan masker, tidak rajin mencuci tangan dengan sabun, serta belum menghindari tempat berkumpul banyak orang, seperti warung kopi, pasar dan tempat-tempat publik lainnya,” ungkap Riswati

BACA..  Kapolda Aceh Ajak Influencer Muda Sajikan Konten Berimbang

Untuk itu Flower Aceh-Permampu melakukan pendidikan kritis tentang penangan Covid-19 dan memperkuat kerja kolaboratif Forum Perempuan Akar Rumput dan LSM dengan multipihak strategis di Gampong.

“Kegiatan pendidikan kritis ini dijalankan di 3 (tiga) Kabuaten/Kota di Aceh dengan mengacu pada protokol siaga Covid-19, dimana jumlah peserta dibatasi kurang dari 10 orang, menggunakan ruang yang luas dengan jarak duduk 1-1.5 meter, menggunakan masker dan tersedia tempat cuci tangan atau hand sanitizer. Melalui kegiatan ini, para pihak yang terlibat dapat meneruskan kembali informasi yang didapatkan kepada keluarga, orang terdekat dan komunitasnya, sehingga memperkuat partisipasi aktif masyarakat dalam percepatan pencegahan Covid -19,” pintanya.

BACA..  Kapolda Aceh Ajak Influencer Muda Sajikan Konten Berimbang

Sementara itu, dr T Ona Arief dari Ikatan Dokter Indonsia (IDI) Aceh menyampaikan, salah satu upaya pencegahan wabah virus Covid -19 yang penting dilakukan adalah, dengan memastikan kondisi tubuh baik fisik maupun psikis tetap sehat, dan banyak mengkonsumsi makanan bergizi tinggi.

“Kalau fisik dan psikis kita sehat, maka virus akan kesulitan menginfeksi, jangan lupa rajin cuci tangan, pakai masker dan hindari kerumunan orang,” jelasnya.

Selain itu, dr Ona juga mengingatkan semua pihak tetap waspada, meskipun Aceh sudah mencabut kebijakan tentang jam malam. “Walaupun tidak ada lagi penerapan jam malam di Aceh, masa darurat Covid -19 ini belum berakhir, karna masih menunggu masa inkubasi pandemi ini, jangan sampai kita kecolongan sehingga kesulitan menanganinya ketika virus ini memakan korban yang banyak,” tegasnya.

BACA..  Kapolda Aceh Ajak Influencer Muda Sajikan Konten Berimbang

Lebih lanjut, Camat Meuraxa Ardiansyah menghimbau kepada seluruh pihak untuk memperkuat kerjasama dalam percepatan pencegahan Covid -19. Penting sinergis dan kerjasama semua pihak untuk penanganan pandemi ini.

Pemerintah Kota Banda Aceh sangat serius melakukan upaya percepatan pencegahan Covid -19, saat ini sudah terbentuk Posko Siaga Covid -19 di Kecamatan Meuraxa.

“Kita melakukan tindakan nyata untuk pencegahan penularannya, diantaranya dengan memberlakukan protokol siaga Covid -19 dalam memberikan pelayanan di kantor Camat, penyebaran informasi tentang pandemi yang dilakuan secara intens, dan lainnya,” papar Ardiansyah. (AF/R)