Solidaritas Sumatera untuk Aceh Tamiang

oleh -82 Dilihat

Meskipun Kota Medan juga menghadapi bencana banjir, pemerintah kota tetap mengirimkan armada pemadam kebakaran serta alat berat milik Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) untuk membantu penanganan bencana di Aceh Tamiang.

Bantuan tersebut sangat membantu dalam membuka akses jalan, membersihkan material banjir, serta mempercepat proses evakuasi dan penanganan darurat.

“Kebijakan Bapak Menteri Dalam Negeri mendapat respons yang sangat positif dari Bapak Wali Kota Medan. Meskipun Kota Medan juga terdampak banjir, beliau tetap menunjukkan kepedulian dengan mengirimkan bantuan kepada Aceh Tamiang. Hal ini mencerminkan semangat persaudaraan yang patut diapresiasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyambut baik kunjungan jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Ia menegaskan bahwa dukungan yang diberikan merupakan bentuk komitmen terhadap kebijakan Satgas PRR sekaligus wujud kepedulian kemanusiaan yang harus terus dijaga.

“Bantuan ini dilandasi oleh semangat kemanusiaan dan solidaritas antardaerah. Kami berharap proses pemulihan Aceh Tamiang dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat,” ujar Rico.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Armia juga memaparkan perkembangan penanganan pascabencana yang telah dilaksanakan bersama Satgas PRR.

Sejumlah program strategis yang tengah berjalan meliputi penyaluran bantuan stimulan rumah rusak, bantuan jatah hidup (jadup), bantuan sosial bagi penyintas dengan total nilai hampir mencapai Rp1 triliun, pembangunan hunian tetap (huntap), pemulihan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan usaha kecil, serta percepatan rehabilitasi berbagai infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan di Kabupaten Aceh Tamiang.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota merupakan fondasi utama dalam mempercepat pemulihan Aceh Tamiang pascabencana.

Tanpa kolaborasi yang kuat, proses pemulihan akan berjalan lebih lambat dan tidak merata.

Bupati Armia berharap kebijakan yang diinisiasi oleh Menteri Dalam Negeri melalui Satgas PRR dapat segera terealisasi secara menyeluruh, sehingga seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi dapat diselesaikan sesuai target serta mampu mengembalikan kondisi kehidupan masyarakat Aceh Tamiang menjadi lebih baik, aman, dan berkelanjutan.

Bagi Aceh Tamiang, pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan kembali infrastruktur yang rusak, seperti rumah, jalan, dan jembatan.

Lebih dari itu, proses ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan solidaritas antardaerah serta menghadirkan peran negara melalui kolaborasi yang nyata dan berkesinambungan.

Dukungan dari Pemerintah Kota Medan dan pemerintah daerah lainnya di Sumatera menunjukkan bahwa semangat gotong royong tetap menjadi fondasi utama dalam menghadapi bencana.

Dengan adanya kerja sama yang solid, diharapkan proses pemulihan tidak hanya mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi juga meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang optimistis bahwa dengan dukungan semua pihak, masyarakat dapat bangkit kembali, membangun harapan baru, serta menciptakan masa depan yang lebih tangguh terhadap berbagai tantangan. []