232 Siswa Lulusan SMK SMTI Banda Aceh Diwisuda

oleh -61 Dilihat

“Kerja sama dengan berbagai perusahaan juga terus kami tingkatkan melalui MoU dan PKS untuk penyaluran lulusan, magang guru, prakerin, kunjungan industri, serta pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda,” jelasnya.

Penandatanganan MoU dengan Industri

Disela-sela rangkaian kegiatan pengukuhan dan wisuda ini, SMK SMTI Banda Aceh melaksanakan penandatangan MoU/PKS dengan mitra industri dalam program penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda (Dual System Education).

1. CV Consist Product – Direktur, T.M. Yusuf.
2. PT Rayeuk Aceh Utama – Direktur,  Murtala Hendra Syahputra.
3. PT Sang General Industri – Direktur,  Rahmatullah.
4.PT Jagoan Anti Noda – Direktur, Yudhi Ridhayat.

Penandatanganan MoU ini turut  disaksikan oleh Community Relations Officer, PT Solusi Bangun Andalas, Teuku Helmi.  Direktur PT Naraya Indo Pratama Ika Puspita Yuda.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada SMK SMTI Banda Aceh atas keberhasilannya meluluskan generasi muda yang dibekali kompetensi vokasi industri, karakter unggul, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.

“Saat ini dunia industri sedang mengalami transformasi besar melalui digitalisasi, otomatisasi, kecerdasan buatan, IoT, dan teknologi industri berkelanjutan. Kebutuhan akan SDM yang kompeten, kreatif, inovatif, dan memiliki kemampuan problem solving menjadi semakin penting,” kata Illiza.

Sebagai satu-satunya sekolah vokasi industri di Aceh di bawah naungan Kementerian Perindustrian, Illiza menilai SMK SMTI Banda Aceh memiliki posisi strategis dalam menyiapkan tenaga kerja industri yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Ia juga mengapresiasi program unggulan sekolah seperti Teaching Factory, sertifikasi kompetensi, dan kemitraan dengan dunia usaha dan industri.

“Program-program tersebut menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi mampu menghasilkan lulusan yang siap kerja, siap kuliah, maupun siap berwirausaha,” ujarnya.

Illiza berpesan kepada para lulusan agar terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan menjaga nama baik Aceh.

“Kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari prestasi dan jabatan, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada sesama. Hormati orang tua dan guru yang telah mengantarkan kalian sampai di titik ini,” pungkasnya. (*)