Soal Cambuk di Lapas, Mantan Jubir GAM Australia Puji Irwandi

oleh -521 Dilihat
oleh

Banda Aceh (ADC)-Mantan Juru Bicara Gerakan Aceh Merdeka (Jubir GAM), Sufaini Usman Syekhy (foto) ikut bicara tentang Peraturan Gubernur Aceh Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Hukum Acara Jinayat di Lapas. Meskipun banyak pihak menghujat, dia malah memuji keberanian Gubernur Aceh Irwandi Yusuf atas kebijakan tersebut.

“Pemimpin di Aceh butuh keberanian dan kecerdasan, dan itu ada sama Gubernur Irwandi,” kata mantan Juru Bicara Gerakan Aceh Merdeka (Jubir GAM) Australia, Sufaini Usman Syekhy, Rabu, 18 April 2018.

BACA..  Kicau Mania Kapolresta Cup 2026 Perebutkan Hadiah Total Rp40 Juta

Pro kontra terhadap Peraturan Gubernur Aceh Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Hukum Acara Jinayat di Lapas menurut Ketua Acehness Australian Association (AAA) ini adalah hal biasa, karena di Aceh sebutnya, banyak pihak memiliki pemikiran dan pemahaman yang berbeda terkait teknis pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

“Menurut saya peraturan tersebut sudah mengakomodir (menampung-red) seluruh pemahaman dan perbedaan pandangan menuju Aceh yang lebih baik,” ujar pria yang akrab dipanggil Tengku Sekhy.

BACA..  Kicau Mania Kapolresta Cup 2026 Perebutkan Hadiah Total Rp40 Juta

Untuk itu, dia meminta semua pihak supaya tidak mudah terprovokasi dan termakan hasutan dari pihak pihak yang tak bertanggungjawab untuk menolak, menghujat dan mencela kebijakan Pemerintahan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah.

“Inikan hanya teknis pelaksanaan saja, bukan menghilangkan pelaksanaaan hukum cambuk di Aceh. Kalau kebijakan untuk menghilangkan hukum cambuk, itu baru wajar kita protes, dan saya duluan yang menolak,” tegasnya.

BACA..  Kicau Mania Kapolresta Cup 2026 Perebutkan Hadiah Total Rp40 Juta

Selanjutnya dia mengajak semua elemen, baik LSM, ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh politik untuk mendukung penuh pemerintahan dan kebijakan Gubernur Irwandi Yusuf dalam memimpin Aceh menuju Aceh yang lebih baik dari segala sektor.

“Mari kita dukung Irwandi Yusuf, beliau adalah putra terbaik Aceh yang punya keberanian dan kecerdasan untuk memajukan Aceh,” pungkasnya. (MTU)