Bireuen (AD) – Ketua DPC Pemuda Pancasila Bireuen sangat menyesalkan Kantor Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) setempat, menyusul tidak dimasukkannya organisasi mereka dalam buku investaris di kantor tersebut.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Bireuen, Alim Mufid kepada media ini, Senin (20/1) menyatakan penyesalannya terhadap Kantor Kesbangpol Bireuen yang tidak mencantumkan organisasi yang dipimpinnya dalam daftar inventaris di kantor tersebut.
Padahal sebut Alim Mufid, Ormas Pemuda Pancasila telah lama didaftarkan ke Kantor Kesbangpol Bireuen yaitu, sejak tahun 2016. Namun, Pihak kantor Kesbangpol Bireuen hanya merujuk sejak tahun 2017, untuk di daftarnya 19 Ormas dan sembilan yayasan di Kantor Kesbanmgpol tersebut.
Menyangkut oranisasinya yang belum terdaftar di Kesbangkpol, pihaknya telah menemui Kepala Kesbangpol Bireuen, untuk membicarkan keberadaan MPC PP Bireuen, yang kesimpulannya dicapai kesepakatan, tidak perlu dipermasalahkan lagi.”Kita sudah tegaskan MPC Pemuda Pancasila sudah mendaftar sejak 2016, sebelum dirinya (Zaldi, AP, S.Sos-red) menjabat Kepala Kesbangpol Bireuen. Silakan saja dikonfrontir kepada pejabat Kesbangpol sebelumnya. Jadi, jangan hanya didaftarkan ormas dan yayasan yang keberadaannya sejak tahun 2017,” sebutnya Alim Mufid seraya menyebut organisasi PP, anggotanya dikenal aktif berbagai acara maupun perayaan di Bireuen.
Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Bireuen, Zaldi, AP. S.Sos yang dihubungi media ini, dengan singkat sempat mengatakan jika MPC PP Bireuen, harus membuktikan jika organisasi tersebut sudah lama didaftar ke Kesbangpol.
Dengan bakal masuknya MPC Pemuda Pancasila menjadikan 20 ormas dan sembilan yayasan yang terdaftar di Kantor Kesbangpol Bireuen, Sedangkan sebelumnya hanya diakui 19 ormas yang diakui keberadaannya, yang dua diantaranya sudah berakhir masa kepengurusannya masing-masing, DPW Pakar dan Lembaga pendidikan dan Pelatihan Muda Berjaya.(Maimun Mirdaz)











