“Kami meminta kepada Komisi III DPRK Aceh Tamiang mendesak pihak PT Pertamina untuk meninjau ulang kebijakan pemberian paket pekerjaan swakelola/panjar kerja untuk tidak diberikan hanya kepada individu/mitra kerja tertentu,” harap Kamalul.
KUALASIMPANG | atjehdaily.id – PT. Pertamina Asset 1 Rantau Field Subholding Upstream Pertamina Hulu Rokan dicecar tak perduli serta tidak memberikan peluang kepada Perkumpulan Rekanan PT. Pertamina untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan plat merah tersebut.
Keluhan itu, terungkap saat perwakilan pengurus Perkumpulan Rekanan Pertamina Rantau Field mengadu ke Komisi III yang membidangi industri Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten setempat. Selasa, 3 Juni 2025.
“Jangankan untuk mendapat paket pekerjaan di PT Pertamina Rantau, untuk mendaftar saja, kita sudah tidak bisa. Dan yang parahnya lagi, komunikasi saja juga sudah tidak bisa,” sebut Kamalul Hakim Nur selaku Sekretaris Perkumpulan Rekanan PT Pertamina Rantau Aceh Tamiang
Kedatangan pengurus Perkumpulan Rekanan PT Pertamina Rantau Aceh Tamiang disambut oleh Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon dan Komisi III Maulizar Zikri serta didampingi sejumlah anggota diantaranya Sugiono Sukandar, Dody Fahrizal, Mauzin dan Irwan Effendi.
“Hari ini kami menyampaikan permasalahan terkait PT Pertamina Rantau demi kelangsungan berusaha bagi perusahaan lokal,” sebut Kamalul Hakim sembari memberikan dokumen ke Komisi III untuk dapat ditindaklanjuti.
Selain Kamulul Hakim selaku Sekretaris, juga didampingi oleh Khairul selaku Pembina/Pengawas dan juga didampingi tiga orang Wakil Ketua masing – masing Zulkifli, Junaidi dan Azhar.
“Kami meminta kepada Komisi III DPRK Aceh Tamiang mendesak pihak PT Pertamina untuk meninjau ulang kebijakan pemberian paket pekerjaan swakelola/panjar kerja untuk tidak diberikan hanya kepada individu/mitra kerja tertentu,” harap Kamalul.
Kamalul menyampaikan kalaupun diberikan kepada individu/mitra kerja tertentu maka kami memohon untuk dapat diberikan pemberitahuan kepada perkumpulan rekanan PT. Pertamina EP Rantau.
“Tujuannya untuk pemerataan pendistribusian paket pekerjaan sehingga tidak adanya kesenjangan diantara para rekanan untuk kedepannya,” harap Kamalul.











