Soal Pemerintahan Sarjani Abdullah, Ini Kata Ketua Bapilu Partai Nasdem Kabupaten Pidie

oleh -239 Dilihat

SIGLI | AP- Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Nasdem Kabupaten Pidie, Zulfikar ARZ punya penilaian sendiri kepada sosok Bupati Sarjani dan Wakilnya, Iriawan. Menurut Zulfikar, banyak sekali program positif dan sukses yang dirasakan masyarakat Kabupaten Pidie. Hal ini terwujud, dikarenakan oleh harmonisasi antara Bupati dan Wakil Bupati membuat selalu mendapat semangat baru dari banyak komunitas/organisasi.

“Dengan harmonisasi yang ada membuat kualitas pada pembangunan baik fisik maupun non-fisik.  Salah satu yang non-fisik itu adalah aparatur pemerintahan. Sesungguhnya yang penting dalam pelayanan publik, kita tidak meragukan lagi dengan hadirnya sosok pak Iriawan yang sudah sangat mumpuni dalam pemerintahan dan paham pemerintahan di Pidie, dimana yang terakhir beliau duduki adalah jabatan Sekda yang membuat kepercayaan yang luar biasa padanya,” ujar Zulfikar menanggapi sosok Kepemimpinan Sarjani selama ini, Rabu, 25 Januari 2017.

Lanjutnya, hal yang sangat terasa dalam perbaikan birokrasi adalah bentuk pelayanan yang cepat dan tepat kepada masyarakat. Itu dimulai sejak awal perbaikan yang menjadi keinginan mendasar untuk dipenuhi oleh masyarakat adalah kesehatan. Penataan disektor ini oleh pemerintah Kabupaten Pidie sangat sukses malah sudah menjadi percontohan karena sudah mampu ditingkatkan dari rumah sakit Tipe C menjadi Tipe B, terobosan pelayanan rumah sakit sudah lebih sehat dan ini merupakan terobosan yang sangat baik.

“Saat ini juga ada salah satu program yang luar biasa yaitu program 1 hari 1 ayat, karena masyarakat Pidie yang religius maka program itu sangat baik dalam merubah mindset masyarakat, karena anggapannya kalau kita memulai sesuatu dengan Al-Quran maka keseluruhan yang ingin dicapai akan tercapai semuanya. Pada prakteknya adalah pada sekolah-sekolah di Kabupaten Pidie, sasarannya adalah anak-anak didik kita kedepan selain memiliki keahlian pada bidangnya juga memiliki moral yang baik, pada program ini tidak diberlakukan pada masyarakat umum,” ujarnya.

Selain program 1 hari 1 ayat terdapat juga program mensinergikan pendidikan umum dengan pendidikan dayah dan ini sudah menjadi isu nasional. Dimana kurikulum pendidikan umum juga menerapkan kurikulum yang diadopsi dari dayah serta memasukkan kearifan lokal kedalam pendidikan umum, jadi anak didik juga diajarkan pendidikan Islami yang diajarkan di dayah.

“Juga ada hal lain yang dilakukan pemerintah saat ini, tidak terkait dengan pro dan kontra yang ada bahwa pembangunan Mesjid Agung Al-Falah Sigli (masjid kabupaten) sebagai perwujudan simbol sejarah gerakan, dan gerakan pada masyarakat Pidie yang Islami. Ini merupakan momentum yang sangat luar biasa karena agama itu harus diwujudkan dan dinampakkan,” ungkap Zulfikar.

Mengenai hal ekonomi, politisi Nasdem ini mengaku tidak memiliki data yang akurat, namun persoalan gabah merupakan persoalan yang sensasional di Pidie yang merupakan basis pertanian. Dengan pembangunan infrastruktur irigasi dan yang akan hadir misalnya Waduk Rukoh Tiro, di daerah Padang Tiji program pemerintah sedang memfungsikan Waduk Rajui, yang akan mengaliri sawah-sawah di saerah Padang Tiji, sebagian Grong-Grong, Batee dan Laweung.

“Itu semua merupakan terobosan baru, karena pembangunan tanpa ahli teknologi tidak akan bisa, sekarang kita dapat melihat pembangunan infrastruktur pertanian kita dapatkan lebih bagus,” katanya.

Seperti diketahui, dulunya hanya Waduk Baroe Raya, sekarang banyak waduk yang bertambah, misalnya Waduk Rajui, yang pembangunannya sudah selesai hanya persoalan sekunder saja yang belum berfungsi. Pembangunan Waduk Rukoh Tiro terlaksana karena andil besar Bupati Tgk. Sarjani, terlepas dengan pandangan miring yang ada, tanpa kerja keras melalui pendekatan yang dilakukan Bupati pembangunan Waduk Rukoh Tiro yang dibiayai pemerintah tidak akan berjalan. Waduk Rukoh Tiro merupakan proyek Nasional yang insya Allah tahun 2018 akan berfungsi.

“Dalam arah pembangunan, arah pembangunan Kabupaten Pidie diarahkan menuju agrobisnis maupun agroindustri, tetapi bila dilihat dari industri yang ada baru di daerah Laweung yang mencoba mendirikan industri. Melihat masyarakat Pidie yang mayoritas adalah Pertanian maka memang harus ditingkatkan Agrobisnis di Kabupaten Pidie ini,” kata politisi partai yang dinahkodai Surya Paloh ini.

Soal perikanan, merupakan bagian yang berpotensi, tetapi pembangunan dan pemberdayaan kurang mengalami perkembangan signifikan. Pada perkebunan, kakao sudah mulai nampak dan eksis, juga di daerah kawasan Tangse, Mane dan Geumpang merupakan daerah penghasil kopi dahulunya sedang diarahkan untuk kembali ditingkatkan, walau isu-isu lingkungan juga berdampak pada hal ini misalnya banjir, tanah longsor dan lainnya.

“Yang menarik pada pembangunan kemasyarakatan di Kabupaten Pidie, Mukim mendapat peran penting dalam pembangunan. Mukim diharapkan dapat menjadi ujung tombak kedepannya di Pidie. Mukim ini dimanfaatkan dalam isu-isu lingkungan dan adat, misalnya konflik gajah di Mane, pemerintah sudah berkoordinasi dengan banyak pihak dan mukim merupakan bagian penting dalam hal ini,” ungkapnya.

Kemudian, soal pembangunan dan pelaporan yang terjadi saat ini sudah dapat dikategorikan baik, Salah satu indikatornya adalah dalam beberapa tahun terakhir laporan pertanggung jawaban pemerintah kepada DPRK selalu diterima dengan baik, selain itu penerimaan WTP (wajar tanpa pengecualian) adalah suatu bukti penghargaan atas suatu prestasi sehingga dapat diperoleh WTP tersebut.

“Harapan saya nantinya semua program harus berdasarkan pada kebutuhan masyarakat dan bukan berdasarkan kepentingan. Yang selama ini pemerintah Kabupaten Pidie sudah dibangun program yang berdasarkan kebutuhan masyarakat. Kalau ini terus dibangun atas kepentingan rakyat saya kira kedepannya masyarakat Kabupaten Pidie akan mampu menghadirkan kemandirian,” harapnya.

Terakhir soal program pendidikan 1 hari 1 ayat harus terus dijalankan untuk pembangunan mental anak, selain pemantauan terhadap narkoba, pembangunan mesjid harus terus dilanjutkan, pembangunan waduk dan irigasi terus dilanjutkan dan diselesaikan agar ketersediaan air untuk pertanian dapat tercukupi, perbaikan pelayanan masyarakat.

“Dan yang paling penting adalah semua itu harus dapat dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Pidie secara menyeluruh,” pungkasnya [r]