Pemerintah Aceh mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut serta dalam kegiatan tersebut dengan tetap menjaga ketertiban dan kekhusyukan malam takbiran
Diwarsyah menyampaikan bahwa, malam takbiran merupakan momentum yang sarat makna spiritual sekaligus menjadi bentuk syiar Islam yang harus terus dijaga.
“Takbir yang dikumandangkan malam ini adalah bentuk pengagungan kepada Allah, serta ungkapan rasa syukur atas nikmat dan karunia Allah. Melalui pawai takbiran ini, kita juga mempererat ukhuwah islamiyah dan menumbuhkan semangat kebersamaan dalam masyarakat,” ujar Diwarsyah saat membacakan sambutan gubernur.
Ia mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk memaknai Idul Adha dengan semangat keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama, sebagaimana yang dicontohkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. (*)











