SABANG, (AD) – Hati-hati melepaskan anak manjadi pelaku olahraga di Kota Sabang pasalnya, meskipun membawa nama daerah meraih juara namun Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemerintah Kota (Pemko) Sabang, tidak peduli sama sekali atas prestasi yang diraihnya.
Hal tersebut dialami salah seorang pemain Tim Pra Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) tahun 2022, yang menjadi juara I dengan meraih emas sepulang dari berjuang membawa nama daerah tak satupun pejabat dinas terkait mau tau.
Seperti yang dirasakan pemain Tim Pra POPNAS Aceh asal Kota Sabang Rizieq Alkhwadifa, putra Jalaluddin Zky dan Ibu Tuti Faridah, S.Pd ini terpaksa harus menunggu dijemput orang tuanya di dermaga pelabuhan kapal feri Balohan, Sabang, Minggu (04/12/2022).
Orang tua Rizieq Alkhwadifa pemain Tim Pra POPNAS Aceh Jalaluddin Zky kepada wartawan mengatakan, dirinya sangat kecewa terhadap kinerja Dispora Pemko Sabang, yang lepas tangan dan tidak perduli sama sekali terhadap anaknya yang pulang dari berjuang membawa nama daerah dalam hal ini nama Aceh pada umumnya dan Sabang khususnya.
“Saya sangat kecewa terhadap Dispora Pemko Sabang yang lepas tangan begitu saja, padahal anak saya berjuang bukan untuk kepentingan pribadi akan tetapi membawa nama Aceh pada umumnya dan Sabang khususnya. Dimana, anak saya harus pulang menggunakan kapal lambat (feri) mengingat biayanya dan harus kami sendir yang menjemputnya,” kata Jalaluddin Zky kesal.
Menurutnya, sebelum anaknya dimasukkan ke tim Pra POPNAS pejabat dari Dispora Pemko Sabang, seperti mengemis datang ke sekolah tempat ia menuntut ilmu, agar anaknya bisa mengikuti pelatda sebagai pemain pada Tim Pra POPNAS di Banda Aceh selama satu bulan dan akhirnya meraih juara I di Jakarta dengan membawa pulang emas.
Namun, apa yang dikatakan baik sejak masuk pelatda hingga terbang ke Jakarta Dispora Pemko Sabang, terkesan tidak mau tau alias lepas tangan tentang putra daerahnya yang sedang berjuang membawa nama daerah.
Sementara pemain daerah lainnya saat pulang dari berjuang membawa nama daerah, mereka dielu-elukan bagai raja sedang anak Sabang, harus pulang tanpa ada yang perduli artinya Dispora tidak mau tau sama sekali.
“Pimpinan daerah bangga ada putra yang bermain di Pra POPNAS Aceh, dengan membawa pulang juara I dan meraih emas namun, Dispora Pemko Sabang menganggap juara yang diraihnya itu cilet-cilet,” ujarnya.
Diharapkan kepada Pj Wali Kota Drs Reza Fahlevi, M.Si sebaiknya mengevaluasi Kadispora Kota Sabang Irfani, S.Sos yang dinilai tidak becus mengurus olahraga karena yang bersangkutan, memang saja tidak dipedulikan bagaimana jika cedera.
“Pj Wali Kota sebaiknya mengevaluasi kinerja Kadispora Kota Sabang, yang dinilai tidak becus mengurus olahraga dimana, atletnya yang membawa juara saja tidak dipedulikan bagaimana lagi jika atlit cedera siapa yang bertanggung jawab,” cetusnya.
Dari kacamatanya selain Kadispora ada sejumlah pejabat lainnya dilingkungan Pemko Sabang, yang harus dievaluasi dikarenakan kinerja yang kurang baik, karena bekerja atas kepentingan pribadi dan kelompok sehingga, roda pemerintah tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya., ungkap Jalaluddin Zky wartawan senior Wakil Sekretaris Bidang Media Cetak PWI Aceh ini.
Sementara Kadispora Kota Sabang Irfani, S.Sos beberapa kali dikonfirmasi wartawan dirinya kurang respon bahkan berat angkat handphonenya. Tidak diketahui pasti entah apa yang bersangkutan terkesan benci dengan dunia olahraga.
“Beberapa kali dikonfirmasi awak media sang kepala dinas yang sibuk dengan mobil dinas barunya itu, yang bersangkutan sepertinya kurang menarik dengan wartawan terkait ditanya tentang olahraga. Jadi, ada kesan bapak berbadan subur ini benci terhadap pemain Tim Pra POPNAS Aceh,” tutupnya.(Red).











