Prof. Muntasir Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Politik Islam Pertama di Aceh

oleh -1067 Dilihat

Rektor Unimal menyebut, Prof. Muntasir sebagai tokoh yang menjembatani pesantren dan perguruan tinggi. “Beliau adalah contoh bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat moralitas, tapi juga mampu melahirkan pemikir yang berbicara di tingkat nasional,” kata Prof. Herman.

Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, di antaranya Pimpinan Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, Abu MUDI; Rektor Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI), Dr. Tgk. Muhammad Abrar Azizi, M.Sos.; Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, MT; dan Anggota DPRA Komisi VI, Waled Landeng.

BACA..  Abang Samalanga Jadi Bendahara Umum DPP Partai Aceh, Salihin Ucap Selamat

Abu MUDI yang juga guru dan mertua Prof. Muntasir menyampaikan rasa bangga dan haru. Ia menyebut gelar ini sebagai amanah besar.

BACA..  Abang Samalanga Jadi Bendahara Umum DPP Partai Aceh, Salihin Ucap Selamat

“Hari ini saya menyaksikan langsung bagaimana perjuangan ilmu dibalas Allah dengan kemuliaan. Ini cita-cita saya: agar alumni dayah hadir di semua lini kehidupan,” ujarnya.

Rektor UNISAI juga menyampaikan apresiasi. Menurutnya, Prof. Muntasir telah memberi kontribusi besar dalam membangun fondasi moral dan intelektual kampus.

BACA..  Abang Samalanga Jadi Bendahara Umum DPP Partai Aceh, Salihin Ucap Selamat

“Beliau menjadi teladan dalam menyatukan ilmu dan iman. Kami bangga atas pencapaian ini,” kata Dr. Abrar.

Pengukuhan ini menjadi tonggak penting dalam dunia akademik Aceh, sekaligus menegaskan peran pesantren sebagai sumber pemikiran dan kontribusi dalam kehidupan sosial-politik bangsa. (*)