SEPANJANG pertandingan, suasana nobar berlangsung meriah. Sorak sorai penonton beberapa kali menggema ketika kedua tim saling melancarkan serangan.
Antusiasme juga terlihat dari kehadiran peserta yang datang dari berbagai kecamatan di Aceh Tamiang.
Mereka rela mengikuti pertandingan hingga dini hari sebagai bentuk kebersamaan sekaligus kecintaan terhadap sepak bola.
Laga semifinal akhirnya ditutup dengan kemenangan Spanyol atas Prancis dengan skor 2-0, setelah peluit panjang dibunyikan wasit.
Meski pertandingan usai, kehangatan suasana tetap terasa. Nobar tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antarlembaga sekaligus memberikan penyegaran di tengah rutinitas pemerintahan.
Nobar Menjangkau Hingga Desa
PELAKSANAAN nonton bersama tidak hanya berlangsung di Aula Setdakab Aceh Tamiang.
Di berbagai kecamatan dan kampung, masyarakat juga menggelar kegiatan serupa secara swadaya di ruang terbuka, balai desa, warung kopi, maupun lokasi lain yang menjadi pusat berkumpulnya para pencinta sepak bola.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Piala Dunia bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi momentum yang mampu mempererat interaksi sosial di tengah masyarakat.
Komunikasi Tidak Selalu Dibangun di Ruang Rapat
SEPAK BOLA memang tidak mengubah jalannya pemerintahan. Namun, dalam suasana sederhana yang berlangsung hingga dini hari itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menunjukkan bahwa komunikasi tidak selalu dibangun melalui ruang rapat yang formal.
Di balik layar besar yang menayangkan duel Prancis melawan Spanyol, terbangun ruang dialog, kebersamaan, dan solidaritas antarlembaga. Sebuah pesan bahwa koordinasi yang kuat sering kali lahir dari suasana yang hangat, santai, dan penuh rasa kekeluargaan. [].











