Ternyata, Musda-V PG Aceh Tamiang ada terselip kepentingan misi titipan besar yang dibawa DPD I Aceh dan sengaja dilebur serta dikemas rapi, diluar Tatib dan Juklak Musda.
Misi penggiringan 1 nama untuk dimenangkan, diusung DPD I Aceh itu membuncah bocoran demi bocoran meradang, hingga ketua DPD I Aceh jadi korban intervensi serta tekanan dari pihak lain yang saat ini posisi kedudukannya berada dilevel Nasional.
Keculasan elit politik yang memaksakan kehendak dengan membawa titipan politik ketanah Melayu Tamiang, mental; mendapat penolakan dari putra-putra kader Golkar Aceh Tamiang pemilik hak suara dalam Musda dimaksud.
Akhirnya Ketua Pimpinan Sidang Musda-V PG Kabupaten Aceh Tamiang yang tampil dari unsur DPD I PG Aceh, Hj. Yuniar tanpa melakukan koordinasi dengan para anggota Pimpinan Sidang langsung menyatakan sidang Musda PG Aceh Tamiang ditunda selama 3 hari.
Dampak dari penundaan tersebut, hingga hari ini, dari proses Musda-V PG itu belum ada melahirkan hasil satu namapun yang masuk dan terdaftar secara resmi menjadi Calon Ketua DPD II Aceh Tamiang.
Meskipun secara terangan-terangan sudah dinyatakan oleh Ketua DPD I PG Provinsi Aceh, H.TM Nurlif tentang isi dan kandungan misi yang dibawanya tersebut untuk mengusung satu nama Bakal Calon (Balon) sebagai barang titipan dan mengarahkan semua PK untuk mendukungnya, namun ada satu Balon lain yang menyikapinya secara bijak.
“Saya yakin kalau Bapak Ketua PD I Aceh adalah tokoh politik sejati Partai Golkar yang Arif dan bijaksana yang murni memiliki jiwa membangun dan berniat membesarkan Golkar di Tamiang serta sangat mumpuni dalam membangun demokrasi. Beliau (Ketua DPD I PG Aceh-red) pun pasti tau dan tidak ingin menodai makna demokrasi itu,” ujar seorang yang disebut-sebut sebagai Balon terkuat Ketua DPD II Aceh Tamiang.
Sebut saja, Adriadi, SE dirinya berniat maju sebagai peserta kandidat pada bursa pemilihan Ketua DPD II PG Kabupaten Aceh Tamiang bukan didasari oleh ambisius pribadinya yang ingin menjadi pemimpin Golkar. Tetapi niat Adriadi itu hadir karena dirinya diusung oleh mayoritas pemilik suara pilih, baik suara dari para PK maupun organisasi didirikan, organisasi pendiri, dan organisasi sayap.
“Saya juga meyakini Pak Nurlif yang belum lama terpilih kembali sebagai Ketua DPD I Aceh ini sangat antusias dan bertekad ingin agar Musda-V PG Aceh Tamiang bisa berjalan sukses dibawah Tampuk kepemimpinanya yang dibelakangnya tanpa ada embel-embel negatif,” Pungkas Adriadi.
Adriadi yang selama 2 Periode menjabat sebagai Sekretaris DPD II PG Kabupaten Aceh Tamiang ini melihat, karena pada Musda yang digelar PD II PG Aceh Tamiang yang juga dihadiri oleh Ketua PD I Aceh, TM Nurlif dan seorang Anggota DPR-RI asal Aceh Dapil 2 dari Partai Golkar, Ilham Pengestu yang tentunya diyakini memiliki pengaruh kuat untuk dapat mensukseskan jalannya Musda, maka Adriadi berharap dengan segala kerendahan kepada kedua pemuka Partai Golkar itu.
“Saya orang Kampung, tidak punya kerabat dekat yang memiliki pengaruh besar di tingkat Provinsi maupun Nasional, tetapi saya sebagai kader dan Pengurus PD II PG masih memiliki Pimpinan Partai di Aceh dan di Tingkat Nasional yang masih berpihak serta berpijak digaris lurus kebenaran berorganisasi secara Demokrasi, Pak Nurlif dan Pak Ilham Pangestu kan sosok yang paham berdemokrasi, tentu tak akan tinggal diam, saya pastikan beliau (Nurlif dan Ilham Pangestu-red) akan membantu kelancaran dan kesuksesan Musda PG Aceh Tamiang, sesuai petunjuk Juklak Musda” papar Adriadi. (Syawaluddin)











