“Kita akan tindak pemain Billiard apabila ada indikasi perjudian (maisir) bahkan akan kita tutup bila di jadikan sarana judi (maisir),” akhiri Hanafi. Ditegaskan Hanafi, kalau hanya petugas WH yang mengawasi maka tidak akan sanggup, disinilah peran warga sangat di butuhkan dalam mengawasi sarana olah raga Billiard.
Pada saat peresmian secara terpisah, Geuchik Gampong Blang Pase Kota Langsa Muhfizar sangat apresiasi di bukanya Cafe Latte One dan Pusat Pelatihan Billiard, sebab dapat menyerap tenaga kerja pemuda Gampong PB.Blang Pase.
“Jadi kalau ada pemuda di Gampong PB.Blang Paseyang menganggur dapat bekerja di cafe tersebut seperti tukang parkir, pelayan cafe dan menjaga pusat pelatihan Billiard”, pungkas Musfizar.
Geuchik Blang Pase, Musfizar, pada saat peresmian biliard di cafe Lotte One, juga mengucapkan terimakasih pada owner Cafe Latte One yang telah membuka cafe dilingkungan Gampong PB.Blang Pase,Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa, sehingga perekonomian masyarakat dapat berkembang. (Mustafa).











