Persoalan Jargas Rumah Tangga Akan Saya Tuntaskan Bersama BPH Migas

oleh -641 Dilihat

Jakarta (AD) – Anggota Komisi VII DPR RI, Drs H Anwar Idris, lewat rilisnya kepada media, Rabu sore (1/7) menyatakan, dirinya dalam waktu dekat ini akan menuntaskan persoalan Jaringan Gas (Jargas) rumah tangga di Aceh.

Sebelumnya pada senin kemarin (29/6) pihaknya telah mengajak Kepala BPH Migas, Dr. Ir M. Fanshurullah Asa, MT agar bisa ikut bergabung dalam kunjungan kerja tim rombongan anggota Komisi VII DPR RI tersebut agar melihat langsung persoalan yang terjadi ditengah lapangan.

“Saya berjanji Insya Allah, akan segera menuntaskan akar persoalan ini. Tidak ada kata istilah tidak boleh tidak berhasil. Apapun ceritanya tentu harus berhasil semua persoalan yang kita lihat di lapangan akan kita bahas di Senayan nantinya. Ada laporan pipa bocor, ada juga laporan belum tersambung. Masalah ini akan kita pelajari dan kita carikan alternatif sebagain solusinya,” terang Anwar Idris

BACA..  Mualem: Migas Andaman untuk Hilirisasi di KEK Arun

Anwar menyebutkan, ada delapan Kabupaten/ Kota yang dilewati pipa Arbel dari Lhokseumawe, Provinsi Aceh sampai ke Belawan, Provinsi Sumatera Utara, dengan jumlah rumah yang dialiri gas tersebut mencapai 1,57 juta sambungan rumah (SR).

“Untuk Aceh ada lima Kabupaten/ Kota yaitu Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang. Sedangkan di Sumatera Utara yaitu Langkat, Deliserdang dan Kota Medan. Dirinya sudah sepakat dan berkomitmen untuk menyelesaikan ini bersama-sama dengan pihak BPH Migas selaku mitra kerja komisi VII DPR RI. Masalah ini harus selesai dan dituntaskan segera,” ucapnya Anwar Idris

Dari lima Kabupaten/ Kota di Aceh yang sudah memiliki sambungan rumah untuk jaringan gas yaitu Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, dengan jumlah 14.415 sambungan rumah, sebut politisi PPP ini.

“Harusnya pada tahun ini ada tambahan anggaran melalui APBN tahun 2020, namun dipangkas akibat wabah COVID-19. Ini juga akan kita perjuangkan kembali. Persoalan ini sedikit amburadul, meskipun ada yang sudah berjalan pemasangan pada tahun sebelumnya,”ujarnya.

BACA..  Denny Charter Usulkan Pendekatan 'Lean Startup' untuk Proyek MBG dan KMP

Anwar Idris mengatakan kalau pihaknya baru mengetahui permasalahan ini, karena periode sebelumnya dia mengaku berada di Komisi X DPR RI.

“Nah, pada periode ini saya di Komisi VII. Dulu saya bukan di bidang ini. Makanya begitu saya di Komisi VII saya langsung meminta Kepala BPH Migas untuk turun bersama-sama melihat akar persoalannya,” cetus dirinya.

Sedangkan kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa kepada sejumlah media menyatakan, ia sengaja turun ke lapangan dalam upaya memastikan bahwa pemanfaatan gas pada pipa arbel bernar-benar maksimal dan optimal terwujud tanpa kendala maupun hambatan.

“Saat ini baru tersalurkan 124 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) melalui pipa 24 inch. Semestinya sudah dapat disalurkan 200 MMSCFD melalui pipa tersebut,” katanya.

BACA..  Denny Charter Usulkan Pendekatan 'Lean Startup' untuk Proyek MBG dan KMP

Pipa arbel ini melewati 8 Kabupaten/Kota dari Aceh hingga Sumatra Utara. Karena itu diharpkan di 8 Kabupaten/Kota itu dapat dibangun jaringan gas rumah tangga. Selama ini Jargas baru terpasang di Lhokseumawe dan Aceh Utara saja.

“Dari potensi yang ada, Jargas dapat dibangun 1,5 juta sambungan rumah di 8 Kabupaten/Kota itu. Dengan dipasangnya Jargas, masyarakat tidak perlu lagi menggunakan elpiji 3 kilogram dengan harga yang lebih murah dan lebih aman,” sebutnya.

Apabila langkah upaya membangun jaringan gas rumah tangga, tentu akan berdampak terjadinya laju pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh, begitu juga di Sumatera Utara.

“Maka dari itu pihaknya minta kepada Anwar Idris selaku Anggota DPR RI komisi VII supaya meminta Pemerintah untuk bisa membangun kawasan industri berbasis Gas, apakah itu di Lhoksukon Aceh Utara atau di Kota Lhokseumawe,” pungkas M. Fanshurullah Asa. (Iqbal).