Argumentasi Populisme Camat Langkahan Tentang Negara Hadir di Sarah Raja

oleh -296 Dilihat
Ketua umum HMI Cabang Lhokseumawe dan Aceh Utara Muhammad Fadli.

Aceh Utara (AD) Beberapa waktu yang lalu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe – Aceh Utara melakukan kegiatan pengabdian di dusun Sarah Raja, desa Lubok Pusaka, kabupaten Aceh Utara, dan menyampaikan kondisi di sana kepada Media agar pemerintah baik pusat dan daerah, dan juga masyarakat umum tau tentang kondisi memprihatinkan masyarakat di sana.

Namun Camat Langkahan kemudian membalas keterangan pers HMI Cabang Lhokseumawe – Aceh Utara di beberapa media. Bahwa ada persoalan yang mungkin diluar fakta yang HMI sampaikan kepada media.

Menanggapi hal tersebut Muhammad fadli Ketua Umum HMI Cabang Lhokseumawe – Aceh Utara menyampaikan keterangan pers nya kepada media, selasa (2/11/2021).

” Camat Langkahan telah menyampaikan Argumentasi Populisme kepada media terkait hadirnya Negara di dusun Sarah Raja, Populisme sendiri secara etimologi filsafat Barat di artikan
sejumlah pendekatan politik yang dengan sengaja menyebut kepentingan “rakyat” yang sering kali di lawankan dengan kepentingan suatu kelompok yang disebut “elit”.

” Dalam konsep Demokrasi masyarakat itu dikenal sebagai Wachtdog (anjing penjaga) yang mengawasi kinerja dari Suprastruktur Politik untuk tercapai nya konsep Negara Kesejahteraan, sehingga kritikan-kritikan konstruktif sangat diperlukan dalam membangun sebuah Negara, maka oleh karena itu HMI sebagai organisasi mahasiswa yang sudah berdiri selama 74 tahun mengambil peranan watchdog tersebut, mengawal berjalan nya proses bernegara yang berkeadilan dan bermartabat yang sesuai dengan nilai-nilai konstitusi, karena HMI juga dikenal dengan slogan kader Ummat dan kader Bangsa, sudah menjadi kewajiban bagi kader HMI untuk memberikan sumbangsih pemikiran dan kritikan konstruktif nya untuk perubahan yang lebih baik bagi negara ini,” ujarnya Fadli.

BACA..  Denny Charter Usulkan Pendekatan 'Lean Startup' untuk Proyek MBG dan KMP

Beberapa tanggapan HMI atas pernyataan camat Langkahan di media online ;

1. “Negara sudah hadir di Sarah Raja”

– Pengertian Negara menurut Prof. Dr. J. H. A Logemann Negara adalah organisasi kemasyarakatan (ikatan kerja) yang mempunyai tujuan untuk mengatur dan memelihara masyarakat tertentu dengan kekuasaan.Organisasi itu adalah ikatan-ikatan fungsi atau lapangan – lapangan kerja tetap. Jadi negara itu harus di lihat secara holistik, negara bukan hanya pemerintah saja, namun negara adalah legislatif, eksekutif, yudikatif, dan semua unsur terkait yang mempunyai kebijakan dalam memanajerial negara, tidak boleh camat Langkahan mendikte makna negara hanya pemerintah saja, karena ada tanggungjawab dari unsur elemen lain disitu dalam menjalankan amanat bernegara.

– secara Leterlek makna negara hadir itu bukan seperti hadir relawan, yang hanya bisa menyelesaikan permasalahan kecil saja, namun makna hadirnya negara itu harus merepresentasikan amanat konstitusi yaitu yang termaktub dalam UUD 1945 tepatnya pada Pasal 28H dari Ayat 1 sampai Ayat 3, Pasal 31 Ayat 1 sampai Ayat 4,dan Pasal 34 Ayat 2 dan 3, hadirnya negara yaitu hak-hak fundamental warna negara harus terpenuhi baik itu pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.

2. Terkait listrik dan jalan

– listrik memang sudah ada disana, namun kadang ketika terjadi permasalahan listrik, harus berhari-hari masyarakat hidup dalam gelap, karena akses sulit petugas PLN untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi sehingga lama datang ke Sarah raja, seperti ketika kami HMI sampai di sana keadaan sedang mati listrik karena terjadi kerusakan kecil, kami menunggu sekitar 2 hari baru listrik hidup karena petugas PLN baru bisa memperbaiki.

BACA..  Mualem: Migas Andaman untuk Hilirisasi di KEK Arun

– jalan memang sudah dibangun di masa plt bupati t.pribadi, namun sekarang sudah rusak parah sehingga tidak bisa dilalui menggunakan kendaraan menurut keterangan masyarakat, harus jalan kaki baru bisa dilewati jalan tersebut, dan sampai sekarang jalan tersebut belum di perbaiki, padahal jika diperbaiki dan bisa lewat kendaraan akan sangat membantu dan mempermudah aktivitas masyarakat Sarah Rajaaja, lebih dekat dan lebih efisien tidak mesti naik perahu untuk ke desa Lubok Pusaka.

3. Terkait pendidikan

– honor perbulan yang diberikan ala kadar oleh camat Langkahan itu bukan kerja pemerintah, tapi kerja pribadi secara sosial camat Langkahan, kerja pemerintah itu adalah dibayarkan honorium nya melalui mekanisme APBD/APBK seperti guru yang lain.

– HMI tidak pernah mengatakan Bupati Aceh Utara harus turun ke Sarah Raja secara fisik, namun HMI menyampaikan dalam keterangan pers negara harus hadir apakah itu langsung oleh kementrian atau pun di delegasikan kepada pemerintah daerah, yang tentunya di sana juga bisa camat selaku representasi negara di kecamatan

– terkait PAUD sejemput asa juga berdasarkan informasi dari Kabag Humas Aceh Utara belum ada izin, kita berharap segera di ajukan proses legalisasi nya, agar anak-anak tamatan dari PAUD atau PKBM tersebut di kemudian hari tidak bermasalah dengan legalitas.

Muhammad fadli menambahkan ” masyarakat ketika kami di sana menyampaikan sangat berharap agar pemerintah segera mendengarkan aspirasi mereka, seperti air bersih untuk minum, perbaikan jalan, fasilitas pendidikan yang memadai, pembangunan jembatan untuk akses masyarakat, terkait hama gajah yang meresahkan “.

BACA..  Mualem: Migas Andaman untuk Hilirisasi di KEK Arun

Ketika negara sudah menjamin hak-hak fundamental warga negara yang saya sebutkan tadi maka baru bisa dikatakan negara sudah hadir di Sarah Raja, karena itu merupakan amanat konstitusi yang wajib harus dilaksanakan oleh pemangku kebijakan, kita juga berharap pemerintah tidak anti kritik, apalagi kritikan yang konstruktif, karena itu memang sudah fungsi nya mahasiswa khususnya HMI, kritikan HMI bertujuan untuk tercipta nya masyarakat adil makmur yang di ridhai oleh Allah SWT, HMI hanya bisa membantu masyarakat melalui langkah advokasi, dan bantuan sembako dan peralatan pendidikan ala kadar untuk anak-anak di sana, selebihnya pemerintah yang mempunyai kuasa anggaran dan kebijakan lah yang mampu menyelesaikan semua permasalahan tersebut.

” Kami juga mengapresiasi camat Langkahan karena sudah memberikan klarifikasi nya di media, karena tulisan di balas dengan tulisan, itu adalah budaya nya kaum terpelajar dan kaum intelektual, kami juga mendengarkan hal-hal positif dari masyarakat Sarah Raja terkait camat Langkahan yang sekarang, karena sangat perhatian dan sering membantu masyarakat dan sering juga berkunjung ke dusun Sarah Raja, kami apresiasi itu semua, semoga pak camat mampu menuntaskan pengabdian nya sebagai abdi negara untuk dusun Sarah Raja, dan HMI tentunya akan selalu siap untuk membantu jika itu untuk kemaslahatan Ummat dalam rangka terciptanya masyarakat adil makmur yang di ridhai oleh Allah SWT ” Tutup Muhammad fadli.(*).

Laporan : Sayed Panton