
Dia menceritakan, sekolah TK Al-Kindi yang dipimpinnya sekarang ini dibangun sesudah Tsunami Aceh pada tahun 2004 lalu, dan TK Al-Kindi tersebut beroperasi pada bulan Juni 2007. “Alhamdulillah kita juga ada dibantu mobiler pada tahun 2016 oleh pemerintah melalui Disdikbud Aceh Utara dan juga kita menerima BOP setiap tahunnya sesuai dengan jumlah murid,” ungkapnya.
Dia mengharapkan kepada pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Utara agar diperhatikan sekolah yang ada di pesisir pantai Seunuddon ini, “karena kalau dibilang cukup, ya belum cukup, seperti Alat Permainan Edukatif (APE) luar kita belum memadai, dan mobiler pun kita masih kurang, kalau kita berharap pada dana BOP, otomatis tidak bisa direalisasikan dari anggaran BOP tersebut,” ucapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Geuchik Gampong Ulee Rubek Timu Azhari saat dijumpai di acara wisuda TK Al-Kindi, dirinya berharap kepada pemerintah melalui Disdikbud Aceh Utara agar ada perhatian terhadap sekolah TK Al-Kindi yang ada di Gampong Ulee Rubek Timu.
Selama ini katanya, APE luar untuk bermain siswa-siswi tidak layak lagi digunakan, “dan kita juga berharap ada perhatian dari pemerintah,” ujarnya Geuchik Har sapaan akrabnya itu.[]
Laporan : Sayed Panton











